Nikmatnya Grace Natalie | Cerita Dewasa seks | Foto Bugil

Nikmatnya Grace Natalie

playboy-banner Nude-photo-banner

Seminggu akhirnya Tina Talisa datang, kali ini datang dengan Grace Natalie, aku merasa senang sekali, namun Tina Talisa mengingatkan aku, bahwa kedatangannya dengan Grace Natalie belum merupakan lampu hijau untuk menyetubuhinya
AWALNYA  Tina Talisa bilang, hanya mengajak Grace Natalie jalan jalan dan kemudian mampir, jadi Tina Talisa meminta aku jangan membuka rahasia terlebih dahulu, aku diminta sopan dan menjaga etik di depan Grace Natalie. Namun Tina Talisa akan membantu, jika perlu dipaksa. Tina Talisa mengenalkan Grace Natalie dikenal padaku.
“Halo Han .. gimana kabarnya .. kamu berdua mampir saja .. ini temanku .. Grace Natalie “ ujar Tina Talisa mengenalkan
Aku berkenalan dengan Grace Natalie, kami bertiga kemudian bercanda dengan biasa.
“Teman lama kok Grace .. ahli komputer, sebelum dirimu gabung sama TVone, dia sudah pernah memaintenance komputer server di kantor” jelas Tina Talisa
“Oooh .. pantes .. “ ujar Grace Natalie dengan tersenyum.
Cara duduk Tina Talisa yang disamping Grace Natalie membuatk ngaceng karena terlihat celana dalamnya warna putih. Sedang Grace Natalie juga memakai rok pendek, namun merapatkan kedua pahanya, membuat aku penasaran seberapa enaknya menggenjot dan digenjot Grace Natalie. Ketika Grace Natalie minta ke belakang, Tina Talisa langsung memasukan serbuk obat perangsang ke gelas Grace Natalie dan tersenyum padaku.
“Silakan garap dia, sayang “ bisik Tina Talisa
“Trim Tina .. “ kataku dengan berdegup, Grace Natalie kembali lagi ke depan, dan kami ngobrol lagi.
“Ayo diminum .. “ ajakku akrab
Grace Natalie langsung meminum minuman yang sudah dicampur serbuk obat perangsang, aku tersenyum senang.
“Kira kira kapan kamu ke kantor lagi “ tanya Tina Talisa.
“Belum ada job .. mungkin bulan depan “
“Kerjain server ?” tanya Grace Natalie dengan mulai gerah karena kepanasan
“Tul “ kataku singkat
“Aku kok merasa nggak sehat nih .. hawanya mulai panas “
Kulirik Tina Talisa yang hanya tersenyum padaku lalu Tina Talisa mendekat padaku dan langsung melumat bibirku rakus membuat Grace Natalie terkejut sekali, pandangan yang membuat Grace Natalie kaget itu justru malah membuat Grace Natalie terangsang.
“Kalian ngapain sih .. teman kok sudah main french kiss gitu “ seloroh Grace Natalie dengan terkejut
Tina Talisa tak menjawab namun justru semakin nakal meremas penisku, dengan pula denganku yang sudah nakal meremas buah dada Tina Talisa, kutarik tangan Grace Natalie namun menolak.
“Kita akan berpesta bercinta, sayang “ ajakku pada Grace Natalie yang menarik tangannya, Grace Natalie berdiri dan hendak pergi namun matanya melotot melihat Tina Talisa sudah mengeluarkan batang penisku yang besar membuat Grace Natalie membelalakan matanya.
Bahkan Grace Natalie sampai menutup matanya
“Kalian berdua gilaaa “ semprot Grace Natalie
Tina Talisa membisikkan kata kata padaku
“Garap dia, sayang .. paksa .. dia suka seks kok “ bisik Tina Talisa, aku langsung berdiri dan kutarik tangan Grace Natalie namun dirinya meronta, kudekap dan kupaksakan duduk lagi.
“Aduuuh .. kamu biadab semua … “
Kukulum bibirnya namun ditolak, Tina Talisa ikut membantu mencekal tangan Grace Natalie lalu meremas buah dadanya menjadikan Grace Natalie menjadi terangsang, aku pun semakin nakal mengelus pahanya yang mulus itu, lama lama Grace Natalie membalas pagutanku dan terlibat dalam lumatan yang beda.
“Kamu mau apa ?” tanya Grace Natalie
“Aku ingin bercinta denganmu .. aku mau memberikan kenikmatan padamu .. “
“Aku sudah bersuami…. “ tolak Grace Natalie dengan tak normal dan justru malah membuka pahanya sehingga aku sampai masuk mengelus vaginanya yang tertutup celana dalam.
“Lupakan saja, Grace .. kau akan diberikan kepuasan luar biasa “ ujar Tina Talisa dengan tersenyum.
Akibat rangsanganku itu Grace Natalie menjadi tenggelam dalam pelukanku, semakin lama semakin berinisiatif merangsangku
“Aku .. kok merasa horny nih .. “ tanya Grace Natalie
“Kau terangsang Grace .. lakukan jika kau mau .. “ bisik Tina Talisa.
Aku langsung membopong tubuh Grace Natalie yang sudah lemah dan nalarnya tak terpakai lagi, aku membawanya ke kamar dan Tina Talisa mengikuti, sampai di dalam Tina Talisa melucuti pakaian Grace Natalie.
“Tinaaa .. jangan aah .. “ tolak Grace Natalie namun akhirnya menyerah dengan pelan pelan tubuh Grace Natalie kini sudah telanjang bagian atas, aku membantu Tina Talisa, dan kini Grace Natalie hanya menyisakan BH dan celana dalam
“Cepeetan .. pengaruhnya hampir hilang “ bisik Tina Talisa ketika aku merangsang dengan meremas buah dada Grace Natalie. Aku langsung mencopot semua pakaianku dan telanjang bulat, kutarik celana dalam Grace Natalie, alamak .. vaginanya sempit sekali nih, dan Tina Talisa membua kaitan BH Grace Natalie. Tersembulah buah dadanya dengan punting yang tidak terlalu besar. Tina Talisa langsung beringsut mundur, aku langsung menindih tubuh polos Grace Natalie dan melumat bibirnya, pagutanku dibalas Grace Natalie
“Uuuuh …aaah …. nikmaaat “ erang Grace Natalie, Tina Talisa langsung keluar dari kamar dan menutupnya
Kami berdua terlibat dalam pelukanku itu dan tiba tiba kesadaran Grace Natalie pulih, lalu dengan kuat mendorong tubuhku
“Apa apaan ini “ bentak Grace Natalie menutup tubuhnya dengan kedua tangannya, namun matanya malah melirik ke penisku yang besar dan ngaceng.
“Sudahlah, sayang .. kita sudah telanjang bulat .. “
“Kalian berdua kurang ajar ya .. merangsangku ?”
“Sudah terlambat Grace .. “ kataku kembali memeluk dengan erat dan menyerbu bibirnya, namun aku langsung ditampar, kutahan tangannya yang hendak menamparku. Kutindih tubuhnya dan kubekap sehingga tidak bisa bergerak
“Apa maumu ?” bentak Grace Natalie
“Aku ingin memberikan kenikmatan padamu .. “
“Ini perkosaan .. kulaporkan polisi nanti “ kata Grace Natalie dengan sengit
Tanganku yang nakal mengelus elus pahanya membuat Grace Natalie menjadi terangsang kembali.
“Sudahlah Grace . kita nikmati saja malam ini berdua, Tina tahu seberapa jauh kamu berselingkuh”
Mata Grace Natalie tak pernah melepaskan pandangan pada penisku yang besar. Membuat Grace Natalie akhirnya luruh setelah aku menerangkan seluk beluk kehidupan Grace Natalie.
“Hmmm .. pantesan Tina nakal sekali .. “
Aku langsung kembali melumat bibir Grace Natalie dan dibalas dengan rakus oleh Grace Natalie.
“Aku mau lihat seberapa tangguhmu .. jika kau kuat .. aku mau bercinta denganmu seterusnya, dasar Tina yang suka seks .. semok sialan tuh “ maki Grace Natalie
Kami lalu saling berpelukan mesra, tak ada lagi keluhan dari Grace Natalie. Malah Grace Natalie semakin nakal memegang penisku dan mengocoknya
“Besar sekali Han … Oh .. gimana bisa masuk ke dalam lubangku ?” tanya Grace Natalie dengan bergidik penuh ketakutan tapi lalu tersenyum senang
“Kau akan merintih rintih Grace ..”
“Oh yaaa .. siapa takut .. asal kau mau pegang rahasia .. aku tak masalah bercinta denganmu, sudah berapa lama kau menjalin cinta gelap dengan Tina ?”
“Terlalu jauh, sayang .. “ kataku
“Payah .. nggak ngajak tuh Tina, kalo punya selingkuhan berpenis besar.. “ semprot Tina Talisa yang mengintip dari lubang pintu yang tidak tertutup rapat, lalu Tina Talisa masuk lalu berujar
“Silakan nikmati waktu kalian berdua … “ seloroh Tina Talisa keluar lagi
“Awas kau Tina .. “ canda Grace Natalie dengan tersenyum lalu memelukku erat dan kembali memagutku, kupagut dengan penuh perasaan, dengan tanganku semakin nakal meremas buah dadanya membuat Grace Natalie melenguh
“Aaaauh …hhhsss …aaarggg … pelan aah .. “ lenguh Grace Natalie
Kami berdua semakin panas terangsang birahi, pelan pelan kami saling melakukan oral sex berlawanan dengan gaya 69.
## Saling merangsang
Gaya 69 tak lama karena aku pengin lebih banyak mengorek dulu kemauan seks Grace Natalie, lalu dengan gemas aku menarik badanku dan berbalik menindih Grace Natalie.
“Duh .. aku belum apa apa kok sudah nindih “ semprot Grace Natalie. Kutarik badannya dan kini Grace Natalie duduk di selakanganku.
“Please .. nanti saja deh .. aku ingin foreplay dengan yang lain dulu “ kataku disambut senyam nakal Grace Natalie
Aku sangat senang dengan keberhasilan untuk bercinta dengan Grace Natalie, postur tubuh Grace Natalie menjadi dambaan para lelaki, dengan buah dadanya yang montok, kulitnya yang mulut dan rambutnya yang hanya sebahu, dengan pola rambut lurus, bibirnya yang seksi, dan vaginanya yang rapat. Presenter ini baru berumur 28 tahun, masa ranum ranumnya sebagai seorang ibu rumah tangga pada umumnya, di mana umur belum membengkaknya berat badan seiring usia. Wajahnya yang oriental kebaratan semakin menambah nafsuku untuk menggumuli Grace Natalie luar dalam. Melihatku yang hanya memandangi tubuh Grace Natalie membuat dirinya mencubit lenganku
“Kok diam sih ?” tanya Grace Natalie dengan geleng geleng
“Tak kusangka aku bisa bercinta dengan seorang presenter cantik .. “ pujiku
“Ih .. kalian berdua yang nakal menjebakku “ semprot Grace Natalie
“Tapi kamu suka ?”
“Sayaaang … jangan biarkan aku kedinginan .. berilah aku kehangatan segera, jangan biarkan aku sendirian memelukku diriku sendiri .. mari kita lakukan bersama sama .. beri aku kenikmatan cinta, jika kau mengeluarkan air manimu di mulut atau lubang kemaluanku, lakukan saja .. tapi aku ingin menyemburkan air manimu di dalam vaginaku .. “ goda Grace Natalie dengan gemas dan tersenyum sangat nakal sekali, aku tergidik mendengar godaan dari Grace Natalie.
“Ih .. nyatanya Grace sungguh menggoda di banding Si Semok tuh “ balasku dengan kembali memeluknya dan memberikan pagutan mesra, kamu berpagutan dengan bermain lidah, sedang tanganku bergerilnya mengusap usap pahanya yang mulus, sesekali naik sampai segitiganya yang sudah basah.
“Sayaaang ..aaah .. terus … pagutanmu enak sekali dan lamaaaa “ ujar Grace Natalie dengan nafas yang mulai tak teratur. Bahkan cenderung ngos ngosan, belum aku menjawab Grace Natalie kembali menyerbu bibirku mengajak bertarung bibir. Aku menyambut kembali pagutan Grace Natalie, kini aku semakin nakal dengan meremas buah dada Grace Natalie dan membuat Grace Natalie menggelinjangkan dadanya, kami saling berpelukan dalam posisi Grace Natalie kupangku, penisku yang besar itu tertekan ke depan oleh pantat berisi Grace Natalie.
“Aaaauh .. say .. Oh … hsss .. aaargg .. “ lenguh Grace Natalie menahan pagutanku yang mengarah menuju lumatan yang sangat rakus. Lidah kami saling bertaut, bibir kami sangat basah, bahkan kami bertukar air liur. Saking nakalnya Grace Natalie, di dalam mulutnya mengumpulkan air liurnya dan ditembakkan ke dalam mulutku dan membuatku tersedak.
“Fiuuuuh .. nakal sekali kau Grace .. awas ya “ ancamku
“Lakukan sayang .. aku ingin mendapatkan kepuasan darimu … silakan nikmati kesintalan tubuhku, montoknya buah dadaku .. ayo sodoki aku segera .. nggak tahan nih “
“Sabar sayang … aku ingin foreplay denganmu .. aku malas ngeseks sama si semok yang maunya minta langsung digenjot dan disodok-sodok, begitu disodok eh malah bilang capek aaah .. “
Grace Natalie tersenyum.
“Besaran penismu itu lho .. ih … gede sekali .. “
“Kamu suka khan, sayang ?” tanyaku dengan mesra dengan kembali melumat bibirnya dan mengajak bermain lidah lagi.
“Ya suka dong ..cewek khan seneng punya pacar yang penisnya besar … rasanya gimana ya ..”
“Kamu sudah nggak perawan ya ?” tanyaku to the point dan disambut tawa Grace Natalie.
“Sudah nggak .. kenapa ?”
“Aku sebenarnya ingin memperawanimu .. “ candaku sambil gemas mengelus elus paha mulus Grace Natalie. Aku tak bisa membayangkan mulut Grace Natalie yang tidak besar itu bagaimana bisa menelan seluruh batangku untuk dioral.
“Duh .. kamu cowok nakal dan kurang ajar sekali .. “ balas Grace Natalie dengan gemas.
Aku tersenyum menanggapi balasan Grace Natalie.
“Yuk .. kalo kamu memang jago, sekarang kita tuntaskan, berikan aku kenikmatan” ajak Grace Natalie dengan gemas melakukan kuluman bibir lagi. Lidah kumasukan ke dalam mulut Grace Natalie dan disambut dengan lidah Grace Natalie, kemudian kami saling menyedot bibir kami sampai menimbul bunyi kecapan yang seru.
Aku lalu menyusuri jenjang lehernya ke bawah dan kujilati bagian dadanya tengah, tangan Grace Natalie melepas pelukan, sampai di buah dadanya, kukulum puntingnya yang lancip itu dan kusedot
“Oh .. Han .. nikmaaat “ lenguh Grace Natalie. Kukulum punting sebelah kirinya, senang tangan kananku berada di pantat Grace Natalie dan meremasnya.
“Yaaaa .. Oh .. Ya Tuhan … Uuuuh .. sedotanmu … “ erang Grace Natalie semakin memajukan dadanya untuk memudahkan aku mengulum puntingnya, pantatnya naik sehingga semakin bebas aku meremas pantat sebelah kiri Grace Natalie.
“Gantiaaan aah .. sebelah kanan kamu kulum “ ajak Grace Natalie dengan mencekal kepalaku dan diarahkan ke buah dadanya sebelah kanan, kujilati dulu buah dadanya memberikan rangsangan dan membuat Grace Natalie mendongak ke atas.
“Buah dada yang ranum .. putih dan montok .. “ pujiku dengan kembali memasukan punting itu dalam mulutku dan kusedot.
“Terus Han .. Oh ..sayangku … jangan berhenti “ ujar Grace Natalie dengan menggelinjang di bagian pantatnya yang kuremas remas.
Penisku yang mendesak desak kadang kunaikan dengan tangan kananku dengan melepas remasan di pantat Grace Natalie, kuarahkan ke atas dan menekan ke vaginanya, begitu pantat Grace Natalie turun terasa sekali penisku ingin menyeruak masuk ke lubangnya yang basah dan masih sempit.
Kudorong badannya agar rebah lalu aku menindihnya dan memberikan lumatan rakus dan di balas Grace Natalie, gelinjang dadanya yang bergerak itu, kedua kakinya langsung menjepit ke pinggangku.
“Nakal aaah .. belum masuk mau nyodok nyodok “ gemas Grace Natalie sambil tersenyum, bibirnya membasah seiring pagutan dan lumatan kami. Penisku yang ingin menyeruak masuk ke dalam vaginanya digoda dengan gerakan pantat Grace Natalie membuatku semakin senang dengan tingkah polah presenter TVOne ini.
“Say .. aaah …aaauh .. remesnya pelan saja .. jangan buru buru “ sergah Grace Natalie yang merasakan remasanku di buah dadanya.
Kupelankan remasanku sepenuh hatiku membuat Grace Natalie langsung menaikan dadanya, sehingga buah dadanya menjadi santapan empuk bagiku. Remasanku yang bergantian dengan kanan kiri di tangan kananku membuat Grace Natalie sampai megap megap dan menggelinjang tak karuan.
Aku lalu menjilati lagi buah dadanya lalu turun sampai perutnya, namun tanganku tetap nakal meremas remas buah dadanya sesukaku namun kubuat dengan pelan
“Yaaa .. sayang … terus aah .. kau pintar sekali memuaskan wanita “ puji Grace Natalie
Kujilati di bagian pusarnya lalu turun menuju ke selakangannya
“Ayoo .. jilati .. buat aku orgasme .. “ ajak Grace Natalie dengan menekan kepalaku ke bawah menuju selakangannya, namun aku malah menjilati ke pahanya yang berisi dan mulus itu
“Nakaaaaaaal “ semprot Grace Natalie yang kecele karena aku tidak bermain di vaginanya dan membuat Grace Natalie bangun lalu menepuk ke punggung, namun tanganku langsung mendorong dadanya sehingga rebah lagi.
“Sungguh nakal sekali kau, sayang … “ rengek Grace Natalie
“Rasakan dulu rangsanganku, Grace sayangku “ ujarku dengan tersenyum
“Lakukan, sayang . lakukan .. Oh … beri aku rangsanganmu .. “ kata Grace Natalie dengan mengalah dan kini menggeleng gelengkan kepalanya, rambutnya menjadi berantakan seiring gerakan kepalanya.
Lalu aku naik lagi ke atas dengan lidahku dan tanganku mengelus elus pahanya dengan tangan kananku dan membuat Grace Natalie merintih rintih lagi. Gila dah presenter, ternyata gila seks juga, sehingga aku terus bersemangat ingin menggarap Grace Natalie.
Rintihan demi rintihan semakin menambah suasana pergumulan kami, saatnya aku untuk lebih jauh mengorek liang vaginanya yang sudah membasah itu, terasa sekali, penisku ingin masuk ke dalam lubang surgawi milik Grace Natalie .. seperti apakah rasa vagina Grace Natalie ?
## Mengerjain Grace Natalie
Vagina milik Grace Natalie sangat berbeda dengan artis lain, dengan rambut tipis dan lubangnya yang sempit tidak banyak terpakai, dari keterangan yang kudapatkan, bahwa Grace Natalie hanya melakukan seks sebanyak 2 kali, pertama diperawani oleh mantan pacarnya sebanyak dua kali, jadi aku kini yang memakainya yang ketiga. Perasaanku tidak mudah memasukan batangku yang besar ke dalam vagina milik Grace Natalie, selain itu sangat rapat sekali dibandingkan milik Nafa Urbach yang sudah banyak terpakai oleh suaminya, Zack Lee, juga banyak telah kupakai dan kusodoki sehingga lubangnya lama lama menjadi lebar. Beda dengan Grace Natalie yang jarang dipakai. Rambut kemaluannya tipis dan sangat rapi, baunya sangat wangi.
“Sayaaang … jilat donk .. please … nggak tahaan nih “ rengek Grace Natalie sambil menekan ke kepalaku dan membenamkan ke dalam segitiga emasnya. Akibatnya hidungku justru yang menekan ke labia mayoranya yang sudah basah itu, membuatku susah untuk bernafas, belum lagi Grace Natalie langsung mengangkat pahanya dan menekan ke kepalaku, sehingga aku semakin susah untuk mengerjai vaginanya.
Kutarik kepalaku dengan paksa.
“Gimana bisa ngoral kalo kepalaku ditekan sedemikian, gila ah kamu, Grace sayangku “ godaku dengan mengelap mukaku yang penuh dengan peluh.
“Oke deh .. apa aku yang oral kamu dulu ..?” tanya Grace Natalie
“Nggak ah .. aku ingin merasakan vaginamu, sayang … vagina yang terkesan legit, rapat, wangi dan mengemaskan .. beruntung aku bisa menikmati vaginamu, sayang “ gombalku dengan tersenyum nakal
“Lakukan please … ayo jilati … kamu nakal sekali .. awas yaaa “ ancam Grace Natalie dengan penasaran.
Aku langsung membungkuk dan memposisikan diri, kuatur penisku agar tidak terjepit di bawahku, ketika aku mengatur penisku dipandang dengan tersenyum menggoda, jilatan lidah Grace Natalie di bibirnya membuatku hanya balas memandangnya
“Gedhe sekali deh kontolmu itu .. Ih .. apa masuk kalo aku kulum ya ?” tanya Grace Natalie dengan menggodaku. Aku tak menjawab dan langsung menjilat dari bawah ke atas di lubang kemaluannya yang membasah itu. Satu kali jilatan sudah membuat Grace Natalie langsung melenguh
“Uuuuuuuuh … jilataaaanmu aaah .. ayooo teruuuus .. sedot .. “ erang Grace Natalie
Aku kembali menjilatinya dan membuat Grace Natalie semakin bergerak liar, direbahkan tubuhnya sehingga kini Grace Natalie sangat menantangku untuk semakin dalam mengorek liangnya itu. Terasa susah sekali membuka lubangnya menurutku, jarang dipakai dan terasa legit. Kusapu lubangnya itu dengan lidahku lagi.
“Sayaaang … aaah … Ouuuch … aaarrg … aduh … wuuuuh … aaauuuuh … hssss “ erang Grace Natalie ketika aku sudah semakin suka dengan vagina Grace Natalie, bentuk vaginanya yang tidak nyempluk banget, belum lagi kulitnya yang sangat mulus, lebih mulus dan lebih putih dari Nafa Urbach. Tina Talisa tak ada apa apanya, bagiku Tina Talisa menjadi duri dalam dagingku. Selain rewel, Tina Talisa juga susah diatur. Beda dengan Grace Natalie yang mudah diajak bekerja sama. Kembali aku menjilati dan menyusur ke arah pahanya, namun ketika aku menjilati berjalan ke arah paha menuju lutut, Grace Natalie langsung bangun dan memegang kepalaku
“Please .. jangan kesitu aaah .. nakal sekali kau, sayaang “ pekik Grace Natalie yang terkejut merasakan aku menjilati pahanya.
“Kembali ke vaginaku aaah … dasar cowok mau menang sendiri “ maki Grace Natalie dengan kembali merebahkan diri lagi, aku langsung kembali menjilati lubangnya itu, terasa mulai membuka seiring jilatan dan sedotanku, kedua kaki Grace Natalie dilebarkan sehingga terasa sekali lubang itu sangat menantang, belum penisku yang mendesak desak ingin segera masuk vagina Grace Natalie.
“Lakukan teruss .. kamu pasti nggak tahan pengin nyodok khan ? aaauuuuuh . yaaa .. jilati lagi” seru Grace Natalie, aku semakin nakal dengan memasukkan telunjukku mencongkel mmebuat Grace Natalie langsung terpekik kaget
“Saaaayaaaaaaaaaa…. aaaaaahh .. kamu nakaaal sekali .. awasnya .. hanya penismu yang boleh masuk, jangan jarimu aaah .. nakal sekali … “ seru Grace Natalie dengan menggelinjangkan dadanya ketika sapuan lidahku kembali menerpa di daerah labia mayoranya.
Kutarik jariku keluar dan kugantikan dengan lidahku dan kutempelkan bibirku lalu kusedot dengan gemas membuat Grace Natalie langsung mengangkat dadanya, tanganku langsung naik memegang buah dadanya dan kuremas, akibatnya Grace Natalie langsung bergerak menghindar remasanku
“Tangaaanmu jahill aaah .. jahil aah “ protes Grace Natalie dengan mencoba untuk bangun namun kembali rebah ketika tanganku kembali meremas sambil menekan ke bawah. Kepala Grace Natalie menggeleng geleng merasakan kenikmatan dioral.
Lalu aku kembali memasukan dua jariku sekaligus dan mengorek membuat Grace Natalie semakin bergerak tak karuan seperti cacing kepanasan, oleng ke kanan dan ke kiri.
“Waduuuh ..aaaauh … Oh .. Ya Tuhan … nikmatnya cinta itu .. baru kali ini kurasakan … aaaauh … Haaan, aah .. aku nggak tahan deh … “ teriak Grace Natalie yang disertai dengan erangan dan lenguhannya.
Aku tetap saja mengerjai vagina Grace Natalie dengan kupercepat jilatanku sehingga membuat kedua paha Grace Natalie merapat hendak menjepit kepalaku, namun aku segera menahannya. Aku kembali memperbesar lubang vagina Grace Natalie.
“Haaan .. nggak tahaan nih .. aduh .. please .. pleaseeee “ seru Grace Natalie.
Lama lama aku menjadi tak bisa menikmati vagina Grace Natalie dengan nyaman karena kedua kakinya ingin menjepit kepalaku, itupun kaki kananya sudah menopang ke punggungku. Aku lalu semakin menguak lagi dan ingin mengerjai klitorisnya, sebesar biji kacang itu semakin menambah penasaranku, kujilati itil atau klitoris milik Grace Natalie, setiap kujilat, tubuh Grace Natalie semakin gemas menggelinjang tak karuan, matanya terpejam merasakan jilatan lidahku di klitorisnya.
“Gilaaa aaah ..aduuuh .. enaaaak Haaan .. teruuus aaah “
Aku terus saja melakukan jilatan, sehingga membuat Grace Natalie tak kuat dan berteriak keras
“Nggaaak taaahaan aaah .. “ lenguh Grace Natalie
Aku menjilati lagi, lalu kulepas lidahku di vagina Grace Natalie dan kuusap dengan telapak tanganku, lalu kubentangkan lagi kedua kakinya, tak lama lagi Grace Natalie akan merasakan orgasme, namun aku membuat Grace Natalie sampai marah marah, tiba tiba aku berhenti mengoralnya langsung rebahan di samping tubuh Grace Natalie yang hendak orgasme, Grace Natalie langsung membuka matanya dan melihat di selakangannya tidak ada diriku, lalu berpaling ke kanan dan mendapati aku sedang tersenyum
“Kamu nakal sekali .. nakal aah “ semprot Grace Natalie dengan mencubitiku di dada.
Aku sampai menghindar cubitannya
“Awas ya kamu .. sungguh nakal sekali kau ini … Baah .. mau orgasme malah mengerjai aku “ ujar Grace Natalie dengan senewen
Aku hanya tertawa saja melihat kemarah Grace Natalie, dengan paksa Grace Natalie langsung menindihku dan mengarahkan vaginanya dengan memegang penisku, Grace Natalie menindihku di selakanganku
“Gatel ya ?” tanyaku dengan menggoda.
“Kamu jahaaat .. kita lihat ..seberapa kuatmu menerima sempitnya vaginaku .. akan kubuat kau tersiksa sayang .. “ gidik Grace Natalie dengan tersenyum padaku.
“Kita buktikan sajalah Grace .. kalo kamu kalah mau ngasih apa ?” tanyaku
“Maksudmu ?” tanya Grace Natalie berhenti hendak memasukan batangku
“Lho, sayaaang .. dirimu khan mau buktiin .. masak nggak make taruhan .. aku taruh deh kalo kalah aku kasih dirimu 3 juta dah … gimana ?”
“Kamu jahat sekali … sudah main ngerangsang aku dengan obat bersama si semok sialan itu, sekarang mau memeras .. duh kamu jahat dan jahil “
Melihatku yang hanya diam saja membuat Grace Natalie langsung menekan dengan daya besar membuatku sampai terpekik, padahal itu batang penisku saja yang baru masuk
“Siaaaaaal “ makiku gemas.
Grace Natalie menertawakan aku
“Rasain kalo nakaal .. please ..”
“Please … please … kalo kamu kalah ngasih apa ?” tanyaku lagi
“Oke deh … sama kita taruhan saja ya … kalo kamu nggak tahan … sering ngecrot kamu bayar ya, tapi kalo aku kalah nanti okelah aku tak keberatan .. biar Tina yang bayar deh “
“kamu juga jahat .. enak saja make si semok … pelit dia “ ketusku menahan kesakitan luar biasa ketika Grace Natalie semakin menggunakan tekanan lebih besar menekan ke penisku sehingga mili demi mili penisku melesak masuk. Grace Natalie sampai memejamkan matanya menahan sakit luar biasa, batangku yang besar itu seolah ingin merusak lubangnya, ajaib memang, secara teori batangku tak bakalan masuk, namun lubang itu membesar dengan sendirinya, sehingg batangku terasa pelan pelan tenggelam dalam lubang Grace Natalie yang hangat itu.
“Luar biaasaaa … kontolmu sayang .. hihihihi “ kata Grace Natalie dengan berkata jorok menggoda.
“Rasaaain “ makiku gemas
“Please .. aku bisa nggak tahaaan nih .. “ keluh Grace Natalie yang merasakan batangku benar benar terjepit erat sampai membuat Grace Natalie membuka pahanya lebar lebar
“Ya tekan terus aaah .. “ ujarku dengan menahan sekuat mungkin jepitan vagina Grace Natalie yang di mana otot otot vaginanya melakukan remasan di dindingnya.
Luar biasa merasakan vagina Grace Natalie, jepitannya dua kali lipat kepunyaan Tina Talisa. Kedua tangan Grace Natalie ditopangkan ke pundaku, lalu menarik pantatnya naik lalu dengan gemas menghujamkan pantatnya membuat aku sampai berteriak
“Aaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuh “ lenguhku panjang bersamaan dengan lenguhan Grace Natalie.
Penisku kini sudah amblas separo lebih, luar biasa remasan dan kedutan di dalam vaginanya yang becek itu. Pelan pelan Grace Natalie menekan lagi, menarik pelan lalu menekan lagi, tinggal beberapa centi penisku amblas. Dengan pelan pelan Grace Natalie menaikan pantatnya dan langsung menghujamkan pantatnya, justru inilah awal Grace Natalie merasakan orgasme, akibat kontraksi hebat di vaginanya terhadap penisku yang besar dan tidak tahan, jepitannya menghebat dan langsung orgasme. Tubuhnya menegang dengan kaku
“Akuuu aaah … aaakuuuu aaauuuuh “ lenguh Grace Natalie memejamkan matanya dengan melengkung ke depan, akibatnya penisku menjadi amblas, Grace Natalie langsung berkelonjotan tak karuan, lalu lemas dalam pelukanku. Nafasnya berantakan, lalu diam tak bergerak
“3 juta dah …. “ ejekku
Tak lama kemudian Grace Natalie membuka matanya
“Payah dah .. aku kalaaah … nggg .. nggak apa apa deh … nggak rugi aku ngasih kamu duit segitu .. please .. tapi beri aku waktu dulu yaaa “
“Oke “
Aku kembali memeluknya dengan erat dalam pelukan, kubenamkan kepala Grace Natalie ke dalam dadaku
“Ikhlas dan relalah bercinta denganku seterusnya, Grace sayangku “
“Selalu,sayaaang .. aku ingin selalu bersamamu merasakan indahnya cinta .. kurangi jatah si semok demi aku ya “
“Gampang aaah … “ kataku dengan membisiki telinga Grace Natalie dan menjilati telinganya.

Bercumbu Dengan Terry Putri Di Basement (1)

Senin, 10 Mei 2010
Jepitan Luar Biasa Grace Natalie (4)
Dengan masih memelukku erat walau terasa lemas Grace Natalie membisikan kata kata yang menggugah semangatku.
“Terima kasih, Han sayangku … kamu hebat“
“Sebenarnya sudah berapa kali tidur dengan pacarmu Grace, kayaknya nggak mungkin cuma 3 kali”
“Mengapa kau tanyakan itu,sayaaang .. “ tanya Grace Natalie dengan melepas pelukannya dan kini berhadapan muka denganku, wajahnya masih menampakan kelelahan akibat hentakan pantatnya yang membuat orgasme.
“Rasanya luar biasa dijepit vaginamu yang sempit sekali itu, tak mungkin sering dipakai “
“Kau orang kedua yang bisa menyetubuhiku, sayang .. dan kamu seterusnya yang akan menyetubuhi aku, hmmm .. belum terpikir punya suami sih “
“Kau tak takut hamil ?” tanyaku sambil mengelus lengannya.
“Aku sebenarnya takut juga, tapi aku sudah mengakali dengan pil anti hamil .. beruntung aku sedang tidak dalam masa subur “ terang Grace Natalie dengan tersenyum
“Aduuuh Grace .. kakimu jangan merapat kayak gitu … rasaaanyaaa .. duuuuh … sakit sekali “ kataku melenguh karena kedua kaki Grace Natalie merapatkan ke pinggangku.
“Rasaain saja sayang .. jangan suka mengeluh .. “ nasehat Grace Natalie sambil tersenyum
“Mau janji bercinta denganku seterusnya ?” tanyaku
“Aduh .. kamu ini gimana nih .. kenikmatan kayak gini kok mau berhenti … ya terus deh” rajuk Grace Natalie dengan gemas mencubit dadaku
“Ntar kalo menikah dengan lelaki lain, aku dicampakan “
“Nggak donk .. ntar kalo aku menikah dengan pacarku, tugasmu adalah menghamili aku .. aku ingin punya anak sekuat kamu, setampan kamu dan sepinter kamu .. bangga deh kalo aku nanti punya anak yang hacker kayak kamu“
“Kenapa kita tidak berdua saja menjadi suami istri ?”
“Kamu mau ?” tanya Grace Natalie dengan gemas
“Kita kenal baru beberapa jam sih”
“Lha beberapa jam kok sudah bisa meniduri aku ?” tanya balik Grace Natalie dengan tertawa manja
“Itu khan gara gara si semok .. “ balasku dengan balas mencubit membuat Grace Natalie mengaduh
“Nakal aah .. lelaki kok nyubit .. dah aah .. aku sebenarnya nggak sreg sama si semok itu” aku Grace Natalie dengan tersenyum
“Yuuuk .. kamu genjot yaaa … “ ajakku melihat Grace Natalie yang sudah normal nafasnya
“So pasti .. pelan pelan yaaa .. kamu kalo mau muncrat bilang ya .. keluarin di dalam saja … ndak perlu takut aku hamil “ ajak Grace Natalie dengan mulai menaikan pantatnya, penisku terasa seret ketika Grace Natalie menaikan pantatnya, bahkan Grace Natalie sampai melenguh tak karuan
“Aaaaaaaaaaauuuuh … “ erang Grace Natalie yang kemudian menurunkan pantatnya, ketika pantatnya turun justru gantian aku yang melenguh
“Graceee …aaaah ….aaaah “ erangku keras.
Gerakan naik turun Grace Natalie pelan pelan untuk memperlancar batang penisku keluar masuk. Terasa sekali ketika vaginanya menjepit itu jepitannya sangat luar biasa meremas batangku.
“Sayaaang … uuuuuh .. kontolmu luar biasa besarnya .. mengulum saja aku pastilah nggak muat dalam mulutku “ seru Grace Natalie membuat aku penasaran
“Kau kudu mengulum kontolku,sayang “ kataku dengan meremas pantat Grace Natalie membantu naik turun menggenjotku. Akibat remasan pada pantat Grace Natalie, membuat dirinya sampai menggelinjangkan pantatnya, sehingga membuat batangku semakin diperas dengan hebat.
kami berpacu dengan saling melakukan pagutan, gerakan naik turun Grace Natalie di atas selakanganku semakin lama semakin cepat, penisku terasa diperas sangat erat sekali
“Aku nggak taahaaan nih “ erangku
“Iyaaaa .. kita keluar bareng yaaa “ ajak Grace Natalie
Kami terus saling memacu lagi dengan penuh birahi. Bunyi keciplak alat kelamin kami menambah panasnya persetubuhanku dengan presenter TVOne ini. Grace Natalie merupakan presenter yang sudah malang melintang dalam dunia berita, kini tubuh seksinya sedang menggenjotku naik turun.
“Aaaaaaaaaauuuuuuh “ erang Grace Natalie ketika aku berpindah meremas buah dadanya yang montok itu, dadanya menggelinjang tak karuan ketika aku dengan rakus meremas buah dadanya.
“Saaayaang ..aaauh .. remes terus ya susuku “ pekik Grace Natalie dengan mempercepat lagi genjotannya, penisku semakin dijepit luar biasa kerasnya, penisku tenggelam sampai mentok di dasar terdalam vagina Grace Natalie.
Gerakan kami terus berpacu seiring waktu, sambil menopangkan tangannya di pundakku, Grace Natalie terus menggenjotku. Tak disangka Grace Natalie melakukan gerakan mengebor batangku sehingga membuatku sampai tercekat merasakan remasan luar biasa
“Ooooh .. Grace ….aaah … luar biaaasaaa “ pekikku keras merasakan batangku, aku sampai merem melek menikmati gerakan ngebor Grace Natalie.
Aku mengelus elus paha mulus Grace Natalie kemudian sedang tangan kiriku menahan badan Grace Natalie agar tidak terjengkang ke belakang, dengan naik turun terus di selakanganku, menit demi menit kami berpacu dengan keringat bercucuran. Penisku tak kuat lagi merasakan genjotan dan jepitan vagina Grace Natalie yang sempit dan hendak menghancurkan batangku.
“Graaace … cepetin aaah .. nggak tahaaan nih “
“Iyaaa .. yaaa … sama .. luar biasa kontolmu .. “ seru Grace Natalie dengan semakin jorok
Grace Natalie mempercepat gerakan dan aku mengimbanginya, ketika penisku menyodok ke atas membuat Grace Natalie sampai merem menikmati sodokanku dan gesekan batangku di dinding vaginanya.
“Heebaaat aaah … nikmaat sekali … duuuh .. senaaang aaaku “ erang Grace Natalie dengan bertalu talu.
Gerakan Grace yang menghujam naik turun itu lama lama semakin cepat, sedang aku tak kuat lagi, kutahan sekuatku dan Grace Natalie langsung terpekik
“Aku mau sampaai “ pekik Grace Natalie dengan cepat dan merapatkan kakinya, sehingga batangku semakin terjepit keras. Dengan lima kali hujaman keras, aku merasakan batangku sudah tak tahan lagi, Grace Natalie melengkung duluan menegang
“Akuuuu aaah .. muncaaaak “ lenguh Grace Natalie
“Iyaaa ..saamaaa “ sahutku cepat dengan menyodokkan batangku ke atas, aku menengang menembakkan isi buah pelirku
“Creeeeeeeeeet …. creeeeeeeet … creeeeeeeet “
Batangku terasa disiram cairan panas dan tubuh kami terpentang saling berpelukan dengan tegang, beberapa saat kemudian kami berkelonjotan bersamaan, Grace Natalie memelukku dan kutahan badannya dengan merubuhkan diri ke samping. Kami masih berkelonjotan merasakan orgasme luar biasa.
Kami akhirnya diam dengan dada ngos ngosan, mata kami saling terpejam erat sekali merasakan orgasme luar biasa. Kami terdiam cukup lama, hampir serempat jam kami terdiam, lalu Grace Natalie mencabut batangku dengan pelan pelan dan sangat susah, kami sempat terpekik ketika alat kelamin kami lepas, dan batangku penuh lendir, di ranjang juga berceceran air maniku, sedang di vagina Grace Natalie menetes cairan kental warna putih
“Trims Han .. kalo mau muncrat di dalam … “ ujar Grace Natalie dengan tersenyum menuju ke kamar mandi dan mencuci vaginanya, tak lama kemudian keluar membawa handuk basah dan mengelap penisku yang setengah lembek, sambil tersenyum Grace Natalie berujar
“Setengah loyo begini masih besar juga sayang, kontolmu “ ujar Grace Natalie dengan genit. Selepas itu Grace Natalie memakai daster yang diambil dari lemari, diberikan aku daster juga
“Keluar yuuk .. kita temui si semok .. “ ajak Grace Natalie
Aku keluar dari ranjang dan meremas pantat Grace Natalie berjalan keluar, sampai di ruang tengah kulihat Tina Talisa sedang bekerja dengan netbooknya
“Halo Miss Semok .. “ sapaku
“Aaah .. please .. jangan panggil aku pakai nama itu .. nggak suka aku “ protes Tina Talisa
“Nggak mau .. kalo nggak mau ndak aku kasih genjotan dan sodokan .. “ ancamku
“Aaaah .. please … tolong deh … aku juga belum bisa bawa uang 15 juta “ ujar Tina Talisa dengan berat hati
“Sudahlah .. kamu tak usah bayar .. tapi kudu mau dipanggil Miss Semok .. “ kataku dengan gemas duduk di samping Tina Talisa dan langsung meremas buah dadanya yang masih berbaju lengkap, Tina Talisa tidak menghindar
“Oke deh … besok yaaa .. “ kata Tina Talisa
“Kau terkenal paling pelit .. sudah aku beri anak nggak tahu terima kasih “ umpatku dengan kucandai
“Aaah .. please .. bukannya aku pelit … tapi aku masih ada masalah dengan rekeningku. Grace Natalie terkejut dengan kata kataku
“Jadi anakmu itu hasil dari dia ?” tanya Grace Natalie
“Suamiku mandul .. brengsek aaah dia … “ balas Tina Talisa.
“Oke .. kamu pulang saja Tina … “ ujarku
“Lho .. aku belum nih .. aku ingin bercinta denganmu “
“Tidak bisa Tina … dasar semok banyak maunya “
“Aduuuuuh .. janji deh … besok aku kasih yaaa .. tapi aku kudu digenjot dulu sebelum pulang, silakan kalian berdua bercinta malam ini “
“Nggak bisa, Tina “ sergah Grace Natalie
“Halaaah .. kalian berdua sudah berkomplot ya “ tuduh Tina Talisa dengan marah.
Grace Natalie mengambil tasnya yang tergeletak di meja dekat netbook Tina Talisa, lalu mengambil buku cek dan menuliskan nilai 5 juta.
“Mana KTPmu sayang ?” tanya Grace Natalie padaku
Aku membuka laciku dan mengambil foto kopian KTP
“Nih … aku ndak pelit untuk dia .. kamu seharusnya jangan mempersulit dia .. “ ujar Grace Natalie memberikan selembar cek padaku.
“Sip “
“Tapi malam ini kamu kelonin aku sampai besok siang, bilang sama atasan kita, kamu gantiin tugasku dalam acara petang nanti .. “
Tina Talisa hanya diam.
“Sudahlah .. kalo kamu merasa berat hati memberikan uang padaku, tak usahlah Tina .. aku ndak maksa kok “
“Please .. aku mau kok .. tapi aku ada masalah sama buku rekeningku “ elak Tina
“Oke .. nanti aku genjot kamu .. tapi kalo bohong jangan temui aku lagi”
“Baik .. aku janji .. “ ujar Tina Talisa dengan tersenyum.