KISAH INNE kOESHERAWATI

Cerita ini hanyalah fiksi semata dan bukan berdasarkan dari kisah nyata, cerita hanyalah semata-mata khayalan fantasi semata dari penulisnya.

semua cerita di website ini dikumpulkan dari berbagai macam sumber. isi diluar tanggung jawab ceritadewasaseru.info

Playboy



Pulang dari klien urusan tetek bengek IT akhirnya mencoba mencari jalan pulang, karena Jakarta kena banjir setelah hujan sangat lebat beberapa jam, aku sampai terjebak pada sebuah perumahan di bilangan Jakarta Selatan, tidak ada jalan pulang, hanya bersandar pada mobilku yang terhenti tak bisa mencari jalan pulang. Terpaksa aku mengalah pada keadaan, aku akhirnya mampir pada sebuah rumah makan untuk mengisi perutku. Entah mengapa ketika aku asyik menelan makanan itu sebuah tangan menepuk pundakku. “Burhan yaaaaaa “ sapa seorang wanita yang akhirnya berada di sampingku dengan anggun dan sangat elok dipandang mata. “Ooooh .. Mbak Inneke  ?” kataku dengan menghentikan makanku, seorang anak digendongnya. “Iyaaa ..masak lupa sih .. kamu khan pernah nolong aku dulu .. uuuh .. pelupa ya ?” selidik Inneke Koesherawati dengan menciumi anaknya, malah kesannya mencium matanya melirik padaku. Tak berapa lama kemudian suaminya ikut muncul. “Ini kenalkan suami saya “ kata Inneke Koesherawati mengenalkan suaminya padaku, akupun berkenalan dengan keluarganya, kami duduk di mejaku dan terjadi obrolan demi obrolan, anaknya juga tak takut denganku, terbukti mau kupangku dan memelukku sesekali. “Anakku suka kamu Han “ kata Inneke Koesherawati dengan tersenyum, suaminya sendiri sibuk bertelepon, sehingga lirikan nakal Inneke Koesherawati membuatku sampai berpikir. Jilbabnya dirapikan sehingga menambah kecantikannya. “Kamu mau pulang ?” tanya Inneke Koesherawati “Mana bisa pulang .. banjir di mana mana .. pengin relaks di sini aja “ kataku dengan santai “Tinggal di rumahku aja .. malam dingin begini .. ada kamar kosong kok “ tawar Inneke Koesherawati yang diiyakan oleh suaminya. Aku menolak namun Inneke Koesherawati mendesakku sehingga aku akhirnya mengiyakan. Kami akhirnya berangkat juga ke rumah Inneke Koesherawati, aku sendiri tidak merasa ada yang aneh, karena memang perilaku Inneke Koesherawati sejak dulu suka norak dan bersikap centil serta manja, lirikan matanya sudah biasa aku rasakan ketika kenal lama. Jadi aku terlalu jauh jika Inneke Koesherawati mengajakku bercinta. Sampai di rumahnya, aku langsung diberi kamar yang lux, diberi handuk sama pakaian tidur oleh Inneke Koesherawati, kuterima itu, ketika Inneke Koesherawati menutup pintu matanya masih ingin memandangku. Aku relaks sejenak di tempat tidur yang empuk itu, beberapa lama kemudian aku keluar kamar dan nongkrong di meja belakang dekat dapur bermain dengan laptopku. Inneke Koesherawati dan suaminya berada di kamar bersama anaknya, aku kemudian tenggelam dalam urusan mengakses internet, hujan kembali melanda sangat derasnya membuat malam semaki dingin. Ketika tepat jam dua belas, aku dikejutkan dengan munculnya Inneke Koesherawati ke dapur dengan menggunakan pakaian yang sangat minim sekali, bahkan kelihatan tanpa celana dalam, melihatku yang masih konsentrasi ke layar laptop Inneke Koesherawati tidak merasa terganggu, dengan santainya membuka lemari es dan mengambil minuman, mataku melirik bongkahan pantatnya, kali ini Inneke Koesherawati tidak menggunakan jilbab sehingga rambutnya yang panjang sampai ke bawah dada sangat indahnya, apalagi belahan dadanya terlihat jelas ketika ke menyamping “Sibuk Haan ?” tanya Inneke Koesherawati dengan meminum dari gelasnya Inneke_Koesherawati“Iya sih Mbaak .. “ kataku dengan mencoba cuwek, namun naluri birahiku berontak melihat kemolekan tubuh di depanku. Bagaimana aku tidak terangsang meilhat Inneke Koesherawati dengan pakaian minim, kelihatan pahanya yang mulus dan belahan dadanya, bahkan kulihat punting susunya tercetak jelas. “Aku haus .. “kataku bangun dari dudukku dan mendekati lemari es, dan berdiri di samping Inneke Koesherawati, mataku melirik kesintalan tubuhnya, belum lagi buah dadanya yang membusung itu seperti mengundangku. Entah kenapa tiba tiba aku sangat nekad memeluk Inneke Koesherawati dari belakang. Inneke Koesherawati menjadi terkejut “Haaaan .. jangaaaan aaaaaaaah “ tolak Inneke Koesherawati dengan menepis tanganku yang sudah memeluknya. Tolakannya tidak dengan teriakan malah seperti undangan. Mungkin artinya “Jangan lepaskan” heuehehehehe. Aku justru semakin nakal, Inneke Koesherawati hanya diam saja ketika aku dengan sangat nakalnya menggesek gesek lenganku di buah dadanya membuat Inneke Koesherawati malah merem merasakan gesekan itu, kutekan selakanganku yang memakai celana kolor sehingga cetakan penisku yang besar itu menempel dengan lekat ke pantat bohay milik Inneke Koesherawati “Jangan Haaan .. aku takut suamiku banguuuun “ tolak Inneke Koesherawati dengan halus, namun aku menjadi gelap mata, birahiku sudah memuncak, sehingga aku semakin nakal menurunkan tanganku masuk ke dalam roknya itu dan mengelus elus vaginanya yang penuh jembut itu. Akibatnya Inneke Koesherawati membungkuk untuk menahan tanganku agar tidak terlalu jauh mempermainkan vaginanya “Pleasee aaaaah .. jangan aaaaaaaaah “ tolak Inneke Koesherawati semakin kuat, tanganku dicekal dengan kuat. Mendadak terdengar pintu kamar Inneke Koesherawati terbuka, aku kaget sekali, sehingga aku langsung melepaskan pelukan tubuh sintal Inneke Koesherawati itu, aku langsung menuju ke kamar mandi untuk sembunyi, tak lama kemudian suaminya membuka pintu ke dapur dan mendapatkan Inneke Koesherawati sedang duduk termenung di meja. “Laptop siapa itu ? kok di sini .. “ tanya suami Inneke Koesherawati dengan menepuk bahunya dan memijatnya “Punya Burhan .. nggak tahu kemana tuh … ninggalin laptop nyala .. tidur paling .. lah dia khan sering download .. jadi membiarkan laptop nyala sudah biasa “ kata Inneke Koesherawati dengan memakai alasan yang masuk akal, aku sendiri mendengar dari kamar mandi, aku mengurungkan keluar. “Mau tidur lagi ?” tanya suaminya Inneke-Koesherawati-Matra “Aku susul saja, sayang “ kata Inneke Koesherawati dengan meminum sisa minuman di gelas. Tak berapa lama kemudian terdengar pintu dapur di tutup. Aku keluar dari kamar mandi, dan kudapatkan Inneke Koesherawati masih termenung, sehingga aku semakin nekat saja, aku langsung mendekati dan memeluknya dari belakang, kali ini aku lebih agresif dengan meremas buah dadanya membuat Inneke Koesherawati menjadi terkejut “Oh .. Haaaaan ..pleasee .. jangaaan “ tolak Inneke Koesherawati dengan melawan nuraninya sebagai seorang istri, namun karena suaminya lemah dalam urusan ranjang sehingga birahinya tidak terkontrol. Inneke Koesherawati ikut berdiri ketika melawan nuraninya, sehingga aku langsung memutarkan tubuhnya, aku langsung menyerbu bibirnya. Inneke Koesherawati menjadi terkejut sehingga langsung memegang kepalaku untuk menghindari lumatanku. “Haaaan .. pleaasee .. jaaangaan aaaaaaaah .. uuuuh “ tolak Inneke Koesherawati ketika tanganku semakin nakal masuk ke dalam lingerienya dan meremas buah dadanya tanpa bra itu, kuremas dengan lembut membuat Inneke Koesherawati justru malah memejamkan matanya menikmati setiap tanganku bermain merangsang libidonya., sehingga aku langsung kembali melumat bibirnya. Pelan pelan Inneke Koesherawati menyambut lumatanku “Shhhh ..ssssssshhhh ….ssshhhh .. “ desis Inneke Koesherawati menanggapi lumatanku sampai kami berdua bernafas ngos ngosan, aku semakin nakal mengerjai vaginanya yang membasah itu, kugeser tali lingerienya itu sehingg copot melorot. Oh My God .. indah sekali tubuhnya. Kembali seperti terdengar batuk batuk di kamar Inneke Koesherawati, dimana suaminya belum tidur. Inneke Koesherawati sampai menahan kepalaku yang masih ingin terus menyerbu “Jangan di sini Haaan .. bahayaaaaa .. pleasee “ tolak Inneke Koesherawati “Lalu dimana ? nggak tahan nich . sejak lama kamu pengin aku khan ?” tuduhku dengan masih mempermainkan punting susunya “Aaaaaaaaaaaah “ tolak Inneke Koesherawati dengan melepas pelukanku dan mundur, kemudian hendak membuka pintu dapur menuju ruang tengah, aku tak membiarkan buruanku kabur, maka aku kembali menarik tangannya dan memeluknya, kali ini Inneke Koesherawati menanggapi lumatanku tak kalah ganas, malah tangannya dengan nakal meremas batangku. “Kamu tunggu aja di sini .. aku urus dulu suamiku .. pleasee “ kata Inneke Koesherawati dengan menahan tanganku meremas pantatnya yang berisi dan hangat itu, malah tangannya kembali meremas batangku. “Penismu besar .. “ timpal Inneke Koesherawati dengan mengedipkan matanya pertanda mulai menyukai bahaya di rumahnya sendiri itu. Inneke Koesherawati kemudian keluar dari dapur dan kembali ke kamar. Aku sendiri makin tidak tahan, lalu dengan nekad aku langsung membuka seluruh pakaianku agar telanjang lalu mengintip dari lubang kunci, kulihat Inneke Koesherawati mengunci kamar tidurnya dari luar, aku langsung berpindah dan duduk di meja dengan memamerkan penisku. Inneke Koesherawati masuk ke dapur, matanya sampai melotot melihatku yang duduk dengan penis besar mengacung tegak “Oh my God … “ seru Inneke Koesherawati dengan gemas lalu maju, menarik tanganku dan mengajak kembali bercumbu, kami terlibat dalam pagutan demi pagutan sangat rakus, namun kami berusahan tidak melenguh dan mendesis keras, tangan kami sibuk meraba raba ke sana kemari, dengan saling memeluki itu, Inneke Koesherawati semakin agresif menyerangku, tangannya semakin nakal mempermainkan batangku, terkadang jari jari tangannya meremas kedua buah pelirku. Ditahannya lumatanku dan dengan nafas memburu dan memandangku “Haaaaaan .. puasi aku Haaan .. suamiku mulai males bercintaaaaa “ bisik Inneke Koesherawati dengan menjilati telingaku “Di sini ?” bisikku “Iyaaaaaa … beri aku ..aaah .. kenikmataaan .. pleasee … “ ajak Inneke Koesherawati dengan menarik kepalanya kemudian langsung menyerbu bibirku, tangannya mencari tanganku da di bawa ke buah dadanya. “Aaaaaaaaaaaah .. aaaaaaaaaaaaauh “ kami melumat dengan penuh kenikmatan. Kembali terdengar suara pintu di buka dari kamar Inneke Koesherawati sehingga kami terhenti bercumbu, Inneke Koesherawati sampai jengkel sekali “Brengsek “ “Sayaaaang .. ngapaaain dikunci dari luaaaaaar “ teriak suami Inneke Koesherawati dari kamar. Aku langsung membawa pakaianku kabur masuk ke kamar yang biasa di pakai pembantu, pembantunya sedang mudik sehingga aku menjadi aman, kusambar laptopku sekalian kubawa masuk, sedang Inneke Koesherawati masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian Inneke Koesherawati membasahi tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi. Lalu menuju ke ruang tengah dan membuka pintu kamar dengan kunci “Kamu kok aneh sih ..malam malam begini mandi “ tanya suaminya heran, suaminya masuk ke dapur dan tidak mendapati apa apa, Inneke Koesherawati ikut ke dapur. “Panas rasanya sih “ sungut Inneke Koesherawati “Iyaaa sih .. pengap .. apalagi AC rusak .. payah “ sahut suaminya. Inneke Koesherawati semakin nekad, membuka lemari kecil menyimpan obat obatan, sebutir obat tidur dicelupkan dalam minuman, dan tanpa sepengetahuan suaminya Inneke Koesherawati memberikan minuman itu, tanpa curiga suaminya menenggak tanpa curiga. “Aku mau nerusin mandi aaaaaah .. “ kata Inneke Koesherawati dengan cuwek sambil memberesi piring piring yang belum dicuci. Kasiat obat tidur benar benar cespleng, suaminya lama lama mulai menguap dengan cepat ketika merokok sebatang belum habis. “Ngantuk .. sudah mandi saja sana .. aku tidur aaaah .. capeeeek “ kata suaminya dengan negloyor pergi, Inneke Koesherawati menutup pintu dapur dan menguncinya, sambil mengintip di lubang kunci sampai suaminya masuk kamar, habis itu Inneke Koesherawati langsung membuka kamar pembantu itu dan mendapatkan aku sedang mengocok batangku “Jangan Haaan .. pleasee .. biyar aku saja .. “ sahut Inneke Koesherawati dengan langsung menindihku dan melumat bibirku dengan rakus, kami berdua kembali saling merangsang “Penismu besaaaaaar Haaan ..akuuu sukaa aaaaaah “ puji Inneke Koesherawati dengan menarik badannya dan kini duduk di depan selakanganku sambil memegang batangku. “Aku pengin bercinta denganmu sambil berjilbab .. “ pintaku Inneke-Koesherawati01 “Aaaaaah .. nggak boleeeeeeeh “ tolak Inneke Koesherawati dengan cepat. Kutahan tangannya itu yang mulai mengocok batangku. Inneke Koesherawati melotot padaku. Namun tangannnya membuang lengerienya sehingga menjadi telanjang bulat sepertiku. Inneke Koesherawati bangun dan mengobok obok pakaian yang berada di keranjang itu, diambilnya satu jilbab dan dipasangnya “Begini ?” ujar Inneke Koesherawati dengan manja “Ck ck ck ck .. sungguh merangsang, sayaaaaaaaang “ pujiku dengan mendorong tubuhnya dan kutindih, aku lalu menyerbu bibirnya. “Aaaaaaah Haaaaaaaan ..uuuuuuuuuh .. sssssssshhhhhhh ..mmmmmm… ngggggggg … “ lenguh Inneke Koesherawati tak karuan gelinjangannya ketika aku meremas remas buah dadanya dengan kuat, tubuhnya meliuk liuk bak cacing kepanasana itu, kugiring tubuhnya agar ketengah, aku langsung menindih lebih kuat, Inneke Koesherawati melingkarkan kakinya menjepit pinggangku. “Haaaaaaan,sayaaaaaaaang .. puassi aaaku cepaaaaaat .. suamiku bisa cepat bangun kalo nggak kamu cepaaaaaat cepaaaaaaaaat “ ajak Inneke Koesherawati dengan mendorongku kuat, sehingga aku menjadi terduduk, Inneke Koesherawati langsung mengulum batangku dengan rakus. Kuremasi kepalanya untuk memberikan waktu bermain main dengan batangku. “Dua kali lipat punya suamiku, sayaaaaaaaaaaang “ ujar Inneke Koesherawati dengan mengedipkan matanya kepadaku tanda menyukaiku, munafiknya kini semakin kentara, menolak tapi nyatanya sudah pengin sejak lama menaksir padaku. Tak terasa dengan penuh kerakusan Inneke Koesherawati dengan membungkuk memegang penisku dan dikocoknya dengan pelan pelan, nafsunya sudah tidak bisa ditahan tahan lagi, dibenahi jilbabnya dengan tangan kanan, sedang tangan kirinya bermain dengan penisku mengocok dengan tersenyum penuh senang. Lalu dengan membungkuk Inneke Koesherawati menjilati batangku berulang ulang, dimulai dari bagian bawah batangku kemudian naik ke atas dengan penuh kelembutan, gerakan lidahnya itu pelan menjilat batangku naik turun, sedang matanya selalu memandangku yang masih rebahan bersandar dengan bantal. Kurasakan jilatan demi jilatan lidah Inneke Koesherawati sangat merangsangku, belum lagi aku merasakan horny luar biasa menyaksikan dada Inneke Koesherawati dan belahan selakangannya yang sudah membasah itu. Kini tangan kanannya justru berpindah ke selakangannya mengelus elus vaginanya agar lebih terangsang. “Truuuusss, Inneke .. sayaaaaaaaaaaaang, make kata kontol deeeh .. biar makin hot “ ajakku dengan bangun dan merapikan jilbabnya itu agar tidak mengganggu jilatan lidah Inneke Koesherawati di penisku yang mengacung dengan sangat perkasa membuat Inneke Koesherawati semakin senang dengan besarnya penisku. Inneke Koesherawati hanya tersenyum nakal mendengar permintaanku itu. “Kontolmuuu besaaar, Haaaaaan .. hhhhmmm .. “ sahut Inneke Koesherawati dengan kembali bermain dengan batangku, kali ini membuka mulutnya dengan lebar dan menelan batangku dengan rakus, mulutnya kini penuh dengan batangku, pelan pelan batangku tenggelam sampai separo, sampai di dalam batangku langsung digoyang dengan lidahnya “Ooooooooh .. Innnee .. enaaaaak aaaaaaaaaah .. sedoooooot aaaaaaaaaaah “ erangku merasakan permainan lidah Inneke Koesherawati yang bernafsu untuk terus bermain dengan batangku, dengan pelan pelan Inneke Koesherawati mengeluarkan batangku, ketika masuk lebih dalam batangku kembali disedot dengan kuat, aku sampai terduduk, kakiku gemetaran karena terangsang dengan blowjob Inneke Koesherawati itu. Kali ini Inneke Koesherawati tidak ragu lagi untuk melenguh dan mengerang dengan bebasnya di kamar pembantu ini. Jilatan demi jilatan di lakukan, kuluman demi kuluman semakin rakus menghajar batangku yang semakin mengkilap kena air liurnya. Bahkan terkadang air liurnya menetes sampai ke ranjang dengan pelan pelan, diusapnya lidah yang seksi itu dengan tangannya kemudian turun lagi bermain dengan batangku, menjilati dari atas kepala penisku kemudian turun sampai menjilati buah pelirku dengan rakus. “Kontooolmuu .. enaaaak Haaaaaaan .. besaaaaaaar, hhhhmmm … mmmmmmfff … mmmhhh “ kata Inneke Koesherawati dengan bergumam dan kembali menelan batangku dengan rakusnya. Disepongnya batangku dengan kuat “Oooooooooooooooh .. Sayaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaah .. enaaaaaaaaaaaak “ erangku dengan mendongak dan meremasi kepala Inneke Koesherawati yang tertutup jilbab itu. Pertarungan birahi belum dimulai, masih dalam tataran merangsang dari satu pihak, dan aku belum memberikan perlawanan, masih memberikan kesempatan kepada Inneke Koesherawati menikmati penisku itu dengan bebasnya. “Jangan lamaaaaaa maaaa yaaaaaaaaa .. bisaaaaaa muncraaaaaaaat “ ingatku yang disambut dengan berhentinya Inneke Koesherawati mengulum batangku, kemudian langsung menubrukku dan memeluk lalu melancarkan pagutan demi pagutan penuh nafsu, kami berdua terlibat saling adu bibir dengan menyedot, air liur kami bercampur dan membuat muka kami basah oleh air liur. Inneke Koesherawati semakin ngos ngosan, dengan gemas mendorong dadaku dan menindih dengan gemas, kulayani luamtan itu dengan meremas pantatnya yang berisi itu, terasa hangat dan empuk, vaginanya bergesek dengan batangku membuat Inneke Koesherawati semakin menggerakan pantatnya, sehingga gesekan penisku dengan vagina Inneke Koesherawati semakin nikmat sekali. “Sssssshhhh ..ssssssssshh ..mmmmmmmmfff …. sssssssssttttt .. “ desis Inneke Koesherawati dengan menarik kepalanya kemudian menarik kepalaku dan dibenamkan di selakangannya “Gantian aku donk, sayaaaaaang .. suamiku nggak mau kayak gitu .. maunya langsung tuncep .. kolot banget tuh suami edaaaaaan “ maki Inneke Koesherawati dengan memaksaku yang langsung menjilati vaginanya yang membasah itu. Kujilati vaginanya yang penuh jembut itu dengan lidahku ineke “Oooh Haaan .. teruuuus .. nikmaaaaatiii .. memekku .. Haaaan .sayaaaaaaang ..ooooh .. enaaaaaaknyaaa” erang Inneke Koesherawati dengan meremas kepalaku berulang ulang, kedua kakinya melebar agar memudahkan aku mengorek liang senggamanya itu, lalu Inneke Koesherawati rebahan, tangannya mencari tanganku agar bermain di buah dadanya, kurema buah dadanya sebelah kiri dan Inneke Koesherawati langsung meringgis keenakan, matanya merem melek merasakan lidahku sangat nakal memperlebar belahan vaginanya yang sudah memerah itu. Tubuhnya menggeliat bak cacing kepanasan. “Teruuuuuuuuuussss .. Ooooh …..aaaaaaaaaaaaaaah .. aaaaaaaaaaaaauh ….ssshhh ..aaaaaaaauh “ lenguh Inneke Koesherawati dengan menggeleng gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan sensasi jilatanku di vaginanya yang sangat jarang didapatkan dari suaminya. “Haaaaaaan ..pleaaseee .. sudaaaah aaaaaaaah . nggak tahaaaaaaan nicccccch ..sudaaaaaaaaaaah “ cekal Inneke Koesherawati kepalaku dengan bangun. “Aku juga sudah nggak tahaaan pengin merasakan memekmu, sayaaaaaang “ sahutku ingin cepat cepat menggenjot Inneke Koesherawati “Jangan di sini Haaan .. nggak nikmaaat deeh .. ke dapur yuuuk .. aku pengin nungging deeeeh .. belum pernah akuuu digituin .. entotin aku dari belakang .. pengin deeh “ rajuk Inneke Koesherawati dengan centil dan manja. “Asal kamu selalu pakai jilbabmu .. apapun akan kulakukan untuk menggenjotmu .. “ kataku yang serta merta ditarik tanganku keluar dari ranjang dan Inneke Koesherawati membuka kancing kamar itu lalu keluar dari kamar, sesampai di meja dapur itu, Inneke Koesherawati langsung mengangkat kaki kanannya kemudian membungkuk. “Wuuuuuuuih .. wanita seindah ini kokd diabaikaaan “ pujiku “Cepaaat Haaan .. keburu suamiku banguuuun .. pleasee .. segera pleaseeeee “ Inneke Koesherawati semakin tidak sabaran, aku langsung mengocok batangku dengan cepat dan kuat agar aku cepat cepat orgasme. Setelah itu aku memajukan batangku belahan pantatnya untuk mendesakkan batangku, kutekan dan membuat Inneke Koesherawati langsung menjerit kecil “Aduuuuuuuh .. galaaak nich kontooolmuu . cepaaaat masukin ke memekku .. uuuh .. memek atau tempek sayang ?” riak Inneke Koesherawati dengan bertanya “Sebut aja sesukamu .. nggak ada bedanya antara tempek dengan memekmu .. yang penting memekku enak sekali .. ntar yaaa .. kuganjal dengan kontolkuuu .. rasakan ini “ kataku dengan menghujamkan batangku ketika batangku pas lenyap ke kepala penisku, akibat hujaman batangku itu Inneke Koesherawati sampai menjerit “Siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal ..aaaaaaaaaaaah .. sakiiiiiiiit taaaaaaaaaaaauk “ teriak Inneke Koesherawati dengan senewen “Enaaaak khan ?” tanyaku “Uuuuuuh .. kamu jahaaaaaat deeeh .. kaaaloo nyodok bilang langg aaaaaah … jangan langsung dihujamkan dengan keraasss .. “ balas Inneke Koesherawati dengan memandang ke depan kemudian mengusap di bagian atas vaginanya agar batangku lebih leluasa masuk ke dalam vaginanya itu. Pelan pelan batangku semakin tenggelam, ukuran vaginanya yang pas untuk batangku yang besar itu, walau tetap sesak, terasa penisku diremas luar biasa dalam vaginanya itu, belum lagi dari dalam ibarat ada magnet menarik batangku lebih dalam “Gilaaaaaaaaa memekmuu Innekeeeeee … enaaaaaaaak … hangaaaat dan aaaaaaaaaaah .. Uuuh ..sedotan memekmuu itu.. Fuuuuuh .. “ kataku sambil meludah sembarangan, ketika aku meludah itu, ludahku malah nempel di lengan Inneke Koesherawati, serta merta Inneke Koesherawati langsung menjilati ludahku dan ditelan, aku semakin suka dengan cara bercinta Inneke Koesherawati itu, sensasi seksnya ternyata sangat tinggi, hanya saja suaminya tidak punya variasi seks. “Aku sukaaa kamuuu, sayaaaang .. “ sahut Inneke Koesherawati dengan mereme keenakan, kuhujamkan batangku lagi lebih dalam membuat Inneke Koesherawati menjerit kecil lagi. “Yaaaaaaaaaaa … enaaaaaaaak ..diami duluuu .. pengin merasakan kehangataaaan kontolmuuu sayaaaaaaaang “ kata Inneke Koesherawati dengan merem menggeleng geleng pelan pelan, kurapikan jilbabnya itu dan aku kemudian bergerak dengan pelan menggenjotnya, kurangkulkan tanganku dan kugapai buah dadanya yang ranum itu, Inneke Koesherawati sampai mendongak tidak menduga kalo aku sudah bergerak dan meremas remas buah dadaya. “Aaaaaaaah ..uuuuuuuuuhh ..ssssssssshhhh .. teruuuuuuuuus “ ajak Inneke Koesherawati dengan semakin suka, wajahnya mengerling ke belakang dengan sangat genitnya. “Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep… Sleeep…” Terdengar bunyi gesekan penisku dengan vagina Inneke Koesherawati menambah semangat kami untuk terus berpacu dengan penuh kenikmatan birahi. “Cepeeetaaan Haaan .. obaat tidur yang kuberikan sama suamiiikuu nggak tahaaan lamaaa “ sahut Inneke Koesherawati dengan membuka matanya kemudian melihat ke bawah bagaimana batangku menghujam keluar masuk semakin cepat “Ooooooh enaaaaaaaaaaaaaaaaak “ sahut Inneke Koesherawati dengan senang, penisku menghujam dan menggesek dengan gagahnya, walau aku semakin tidak tahan lagi, akibat kuluman dan kocokan Inneke Koesherawati yang rakus di kamar pembantu itu membuat batangku tidak tahan lagi. “Keluaaaaaaaariiin di dalaaam yaaaaaaaaaa “ sahut Inneke Koesherawati dengan memejamkan matanya, tangannya menahan pahaku agar tidak menghujam lebih keras, bagian dadanya menggelinjang tidak tahan remasan tanganku yang meremas remas buah dadanya dengan kuat. “Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh ..hampiiiiiiiiiiiir “ teriak Inneke Koesherawati Aku terus menghujam dengan cepat cepat dan kusodokan batangku dengan kuat, aku sudah tidak tahan, demikian pula dengan Inneke Koesherawati, jepitan vaginanya semakin menjepit penisku dengan kuat. Inneke Koesherawati memegang bibir meja itu dengan kuatnya, kusodok sodok dari belakang “Terrrrrruuuusss .. entotiiiiiiiiin .. enaaaaaaaaaaaaak “ sahut Inneke Koesherawati dengan nafas tak karuan, batangku dengan sangat lancar keluar masuk ke vaginanya. Inneke Koesherawati melenguh tak karuan dan terakhir matanya melotot membuka menegang dengan kaku, tubuhnya bak patung tak bergerak menegang dan vaginanya mengucur cairan panas. Kuhujamkan batangku dalam dalam. “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ teriak Inneke Koesherawati dengan lebih keras dan berkelonjotan bak disetrum listrik ribuan volt, demikian pula denganku, penisku memancarkan air maniku menembak ke rahimnya. “Craaaaaaaaaaaaaaaaaat …craaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaat “ inneke_koesherawati seksi Aku merasa ringan dan tubuhku melemas dengan cepat sampai menindih Inneke Koesherawati di meja itu, nafas kami serasa hancur, kurasakan spermaku banyak keluar dari sela sela vagina Inneke Koesherawati itu, kami diam dengan pikiran masing masing. Barulah ketika kami sudah kembali on, Inneke Koesherawati menepuk lenganku “Pleaseee “ sahutku Inneke Koesherawati. Aku menarik batangku dan kulepaskan dari sarangnya, Inneke Koesherawati langsung berbalik lalu memelukku erat serta menciumi bibirku “Trim Haaaaaaan .. enaaaaaaak .. lagi yaaaaa Haaaaaaan “ bisik Inneke Koesherawati ke telinganku. “Mau berapa ronde, sayaaaang “ tanyaku “Sampai aku nggak kuaaaaaaat nicch .. “ sahut Inneke Koesherawati dengan nafas masih ngos ngosan. Entah kenapa ketika kami saling memeluk itu tiba tiba terdengar lagi pintu kamar dibuka. Inneke Koesherawati sampai gelagapan, lalu dengan cepat cepat melepas penisku “Ngumpeeet yuuuuuuuk .. cepeeeeeeeet “ bisiknya, namun aku malah meremas pantatnya, “Pleaseeee “ jewer Inneke Koesherawati di telingaku, aku langsung kabur dengan tak lupa mengambil serbet di meja itu mengelap air mani kami yang tercecer. Dari balik dapur seperti ada yang hendak membuka pintu namun terkunci “Lha kok terkunci  ??“ sahut seseorang dari balik pintu. Aku dan Inneke Koesherawati kemudian masuk ke dalam kamar, membiarkan suami Inneke Koesherawati penasaran sendiri mengapa dapur sampai terkunci. “Kenapa nich .. Inneke .. apa nggak mau diganggu berendam di bathtub .. uuuh “ keluh suami Inneke Koesherawati dengan pergi dari pintu dapur itu. Di kamar pembantu itu kami saling memeluk dengan penu rasa suka “Biarin saja, sayaaaaaaaaaaaang .. letoy kooook “ sahut Inneke Koesherawati dengan menduduki selakanganku. “Hhhmmm… kau suka berbahayaaa “ selidikku “Iya sssssssssssihh .. nikmat bangeeeeet ..coba nanti pagi .. suamiku terbiasa memanasi mesin mobil hendak berangkat kantor .. nah itu kesempatan kamu fast sex denganku ya.. besok aku sms .. kamu kocokin sendiri .. aku masuk kamarmu .. langsung aku entotin yaaaaa .. “ rajuk Inneke Koesherawati dengan memelukku lebih erat. “Siaaaaaaaaap “ sambutku dengan menarik jilbabnya yang membasah akibat keringat itu namun meembuat Inneke Koesherawati senewen “Biarlaaaaaaaaah .. aku pakai jilbab .. itu khan maumu .. besok aku berdandan yang cantik yaaa .. rasakan besok pagi .. tapi malam ini berikan aku kenikmatan surgawi .. berikan bibitmu dalam rahimku .. suamiku sekarang telurnya lembek .. pengin punya anak lagi .. nggak kelar kelaaaaaaaaar “ ajak Inneke Koesherawati dengan cuek. “Besok pagi .. aku akan memakai jilbab yang rapi deeeh .. kamu suka khan ?” sambung Inneke Koesherawati dengan melumat bibirku, kami berdua kemudian terlibat lagi dengan gairah seks, kami semakin terangsang lagi dan memulai bercinta lagi penuh dengan kelembutan, Inneke Koesherawati semakin suka denganku. Kami berdua malam itu bergulat dengan penuh kerinduan birahi, sudah lama Inneke Koesherawati tidak diperlakukan bak istri yang setia dalam urusan seks, sehingga libidonya malam itu dilampiaskan padaku, aku ditindihnya dan diajak untuk bercumbu dengan penuh rasa mesra, Inneke Koesherawati tidak risih lagi menyebut aku seorang suami yang mengerti keinginan seks bagi seorang pendamping hidup. Dengan penuh kelembutan dan cinta, Inneke Koesherawati menduduki selakanganku, kedua tangannya memegang kepalaku dan mengajak terus saling berpagut, kami bermain lidah saling menjulur, sesekali Inneke Koesherawati menarik bibirnya karena tidak kuat akan pagutan yang lama, ketika menghela nafas kembali Inneke Koesherawati langsung menangganpi lumatanku berkali kali. “Haaaaan eeeeeh .. sayaaaaaaaang .. pleasee … kontolmuuu .. ngaceng lagi tuuuh .. hihihihihi .. aku masukin ya, sayaaaaaang .. hhhhmmm .. kamu benar benar lelaki yang tahu kebutuhan istri kesepiaaaaan ..” aku Inneke Koesherawati dengan memandangku dengan penuh birahi. “Salurkan gairahmu, sayaaaaaang .. lampiaskan nafsumu padaku … aku siap memenuhi kebutuhan batinmu yang kesepiaaan “ kataku dengan penuh gombal “Lakukan Haaaan .. lakukaaaan .. isi batinku dengan cintamu .. beri aku kenikmatan lagi “ kata Inneke Koesherawati dengan memegang batangku yang masih berlendir itu, Inneke Koesherawati menaikan pantatnya kemudian menekan dengan meringgis “Uuuuuuuh .. kontooolmuuu benar benaaaaaar perkasaaaaa “ sahut Inneke Koesherawati dengan menaikan pantatnya kemudian turun lagi, aku sampai berdegup merasakan jepitan vaginanya itu “Pelaaaaan aaaaaaaaah .. “ lenguhku merasakan tekanan lubang vaginanya itu. “Pakai jilbab lagi ya Haaaaan “ pinta Inneke Koesherawati dengan menarik onggokan cucian di samping ranjang itu, ditariknya jilbab warna biru dan dipasangnya lagi. “Ini demi kamu, sayaaaaaaaaang .. kata kamu aku lebih cantik make jilbab .. apalagi telanjang begini “ sahut Inneke Koesherawati dengan norak dan nakal, lidahnya dijulurkan dan menjilati bibirnya. Kami berdua kaget lagi ketika ada suara memaksa membuka pintu dapur. “Innekeeeeeee .. di mana kamu .. “ teriak suaminya dari balik dapur. Aku menjadi jengkel akan kedatangan suaminya yang selalu mengganggu itu. “Racun aja tuuuh “ makiku dengan mendorong dada Inneke Koesherawati itu, Inneke Koesherawati kemudian keluar dari ranjang lalu membuang jilbabnya, keluar dari kamar pembantu itu, kemudian masuk ke dalam kamar mandi, kemudian berteriak “Huuuuuuuuusss .. aku lagi relaks .. berendam .. berisik amat sih “ maki Inneke Koesherawati dengan keras “Tapi kok lama bangeeeeet “ maki balik suami Inneke Koesherawati “Pleaseee .. “ Inneke Koesherawati akhirnya keluar dari kamar mandi dengan basah kuyub dan hanya berbalut handuk lalu membuka pintu dapur. “Ya ampuuun .. kamu kok aneh aneh sih “ kata suaminya dengan masuk ke dapur kemudian masuk ke kamar mandi dan tidak mendapati siapa siapa, namun suaminya ke kamar mandi untuk kencing, dengan cemberut melihat suaminya kencing dan tidak ngaceng melihat kesintalan istrinya itu. “Dasar letoy “ gumam Inneke Koesherawati dengan kecil volumenya. Inneke Koesherawati semakin gemas dan kesal, lalu kembali membuka lemari obat obatan, dituangnkan minuman jeruk dingin itu dalam gelas, tak tanggung tanggung 3 butir obat tidur dicemplungkan dan langsung larut, Inneke Koesherawati juga menuangkan ke gelas lain, Inneke Koesherawati menenggak minuman jeruk itu, dan satu gelas diberikan pada suaminya, tanpa curiga sang suami langsung menenggak, Inneke Koesherawati langsung menggandeng suaminya ke kamar, sesampai di kamar, kedua langsung tidur, Inneke Koesherawati mencoba memejamkan matanya dengan gelisah, karena libidonya hendak disalurkan selalu terganggu, entah kenapa obat tidur pertama tidak membuat suaminya lenyap. Tak berapa lama kemudian suaminya lenyap dengan pulasnya, diguncangnya dengan kuat dan tidak bangun. “Brengseeek kamu .. suami tidak tahu kebutuhan seks istrinya .. lelaki macam apa kau “ Aku sendiri sudah keluar dari kamar, ketika hendak membuka dapur, Inneke Koesherawati muncul dan langsung menarik tanganku “Ke kamarku .. dia sudah aku racuuun .. tenang saja “ sahut Inneke Koesherawati menarikku paksa masuk ke kemarnya, kulihat suaminya tidur dengan pulas. Namun aku juga tidak tenang, namun aku langsung disumpal bibir Inneke Koesherawati untuk mengajak bercumbu, kulayani cumbuan itu dengan tak kalah rakus. Aku digiringnya ke dekat ranjang. Lalu Inneke Koesherawati menarik selimut tebal dan dibentangkan di lantai, diambilnya jilbab lain yang tergeletak lalu dipasang di kepalanya. Uuuh .. tambah seksi dan binal sekali. “Puasi aku, sayaaaaaaaang .. Ooooh .. nakaaaal aaaaaah “ lenguh Inneke Koesherawati yang kini menduduki lagi, dengan gemas kembali batangku dimasukkan dalam vagina Inneke Koesherawati dengan paksa, mataku sesekali memandang ke arah suaminya yang pulas itu. “Sudaaaaaah .. dia nggak banguuun “ maki Inneke Koesherawati dengan senewen karena aku tidak konsentrasi melayani Inneke Koesherawati. Dengan gemas Inneke Koesherawati menekan terus ke penisku sampai tenggelam separo, Inneke Koesherawati naik turun dengan pelan untuk membuat batangku semakin tenggelam “Ooooooooh Haaaaan .aaaaaaaaaaah .. enaaaaaaaaaaaak “ teriak Inneke Koesherawati dengan keras, entah dimana sang anak, namun aku tidak perduli. kenikmatan seks bersama Inneke Koesherawati melupakan semua keadaan, kuremas buah dada Inneke Koesherawati yang membusung itu, pelan pelan batangku menjadi tenggelam lebih dalam, Inneke Koesherawati menekan dengan kuat sehingga batangku mentok di vaginanya “Uuuuuuuuuuuuuuuuh .. kontoooolmuuuuuuuu sayaaaaaaaaaaang.. galak dalam memekku “ sahut Inneke Koesherawati dengan menggeleng geleng, Inneke Koesherawati dengan penuh nafsu langsung menggenjotku, gerakannya semakin liar dan cepat seolah nafsunya dilampiaskan karena selalu terganggu dengan ulah suaminya itu. inneke vagina koesherawati “Teruuuuuus Haaaaaaan .. hhhssssssssss….ssssssssssssssh ….. mmmmmmmmmmm” lenguh Inneke Koesherawati dengan naik turun, nafasnya ngos ngosan namun terus menggenjotku. genjotan demi genjotan cepat dan mantap menghujamkan selakangannya di penisku, batangku terasa diperas oleh otot otot dinding vaginanya “Inneeeeeee .. aaaaaaaaah .. nikmaaaaaaaat “ erangku dengan meremas pantat Inneke Koesherawati yang naik turun itu. Tak terasa kami saling memacu dalam posisi seperti itu, kuremas buah dadanya dan Inneke Koesherawati semakin senang “Haaaaaan ..sayaaaaaaaaang .. kauu aaaaaaah .. kau memuaaaskaaaan aaaaaakuuu aaaaaaah .. enaaaaaaak “ erang Inneke Koesherawati yang kewalahan menerima batangku mengoyak vaginanya, gerakan naik turun semakin cepat dan menghujam dengan keras, rasa sakitku kutahan dengan kuat, menit demi menit kami saling memacu, Inneke Koesherawati semakin tidak tahan sehingga orgasmenya semakin tak tertahanakan “Nggaaaaaaaaaaak ..ngggggg aaaaaaaaaaaaaaaaaah .. samaaaa ..aaaaaaah “ racau Inneke Koesherawati penuh dengan erangan demi erangan, jepitan vaginanya semakin menyempit dengan cepat, matanya terpejam dengan erat. Kuremas buah dadanya dengan kuat, dadanya meliuk liuk merasakan remasanku yang nakal itu. Tak berapa lama kemudian orgasmenya datang dengan membusung ke depan memberikan buah dadanya “Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan ……….aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. klimaaaaaaaaaaaaks “ teriak Inneke Koesherawati dengan kuat dan keras. Penisku terasa disiram cairan panas, kuremas buah dadanya dengan kuat untuk memaksimalkan orgasmenya. Tubuhnya menegang dengan kaku sangat lama, matanya terpejam dengan kuat. Tubunya kemudian berkelonjotan kembali dan memelukku dengan sisa sisa kekuatannya. Kupeluk dan kubisikan kata kata cinta “Kau hebat Inneekeee .. aku sukaaa dengan kau mencari tantangaaaan “ kataku yang disambut dengan pelukan gemulai, kami basah kuyub penuh keringat. Penisku terasa basah, kudorong tubuh Inneke Koesherawati dan kutindih. “Gantian aku di atas sayaaaaaaaaaaang “ sahutku “Iya Haaaaaan .. gaya konvensional .. pleasee .. keluarin spermamu .. semprot lagi dalam memekku.. ntaaar yaaa Han .. beri waktu aku sebentaaaar .. aku pengin merasakan sodokan kontolmu di memekku “ sahut Inneke Koesherawati dengan mengelus elus dahiku yang berkeringat, kepalaku ingin melihat ke samping, namun dicegah oleh Inneke Koesherawati “Sudaaaaaaah .. nggak usah pikir lelaki loyo ituu .. sudaaaaaah tidur dengan pulaas .. bangun jam 9an dia” sahut Inneke Koesherawati dengan melumat bibirku. “Aku nggak tahaaan deeh .. penisku diremas dan disedot oleh tempekmu .. “ sahutku dengan mulai bergerak dengan pelan “Iiiiiiih .. jahat nih .. gerak nggak bilang bilang .. ayooo sodok “ ajak Inneke Koesherawati yang kembali birahinya naik dengan cepat, aku pun mulai bergerak dengan menggoyang pantatku dan Inneke Koesherawati mengimbangi gerakanku “Enaaaaaaaaaak Haaaaaaaaan,sayaaaaaaaaang .. teruuuuuuuuuus “ sahut Inneke Koesherawati dengan memegang kepalaku, aku langsung menyerbu bibirnya dan kuremas buah dadanya yang kenyal itu. “Uuuuuuuuuuuhhh …..aaaaaaaaaaaaaaaah .aaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaaauuuuuuuu “ lenguh Inneke Koesherawati dengan meliuk liuk bak cacing kepanasan ketika aku menyodok nyodokan batangku keluar masuk vaginanya, apalagi tanganku meremas dengan rakus dan keras di buah dadanya bergantian, Inneke Koesherawati sampai menggeleng geleng kepalanya. “Gilaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. ketagihaaaaaaan aaaakuuuuuuuu “ sahut Inneke Koesherawati dengan tertawa “Iyaaaa aaaaaaaah .. nikmaaaaaaaat “ balasku dengan kembali menyerbu bibir Inneke Koesherawati itu, kami kembali berpacu lagi dengan saling bergerak di pantat kami, Inneke Koesherawati bergerak mengikuti gerakanku berlawanan. “Diaaam duluu, sayaaaaaaaaang “ kataku dengan menahan kepala Inneke Koesherawati yang berjibab itu. “Yaaaaaaaaaaa “ sahut Inneke Koesherawati dengan diam, aku langsung menggoyang pantatku searah jarum jam membuat Inneke Koesherawati langsung merem keenakan. “Uuuuuuuuuuuuh .. gilaaaaaaaaa . kontoooolmuuuuu aaaaaaaaaah nikmaaaaaaaaat “ “Uuuuuuuuuuuuh “ lenguhku merasakan jepitan kedua kaki Inneke Koesherawati menjepit kuat “Aku suka kontolmu .. oooooh kontolmuuu sayaaaaaaaang … besaaaaaaaar daaaan aaaaaah .. panjang jaaang “ teriak Inneke Koesherawati dengan kuat. Kami kembali saling bergerak dengan cepat, hampir sepuluh menit kami berpacu, saling meraba raba dan meremas, tangan Inneke Koesherawati meremas selimut dengan kuatnya, terkadang tubuhnya miring ke kanan dan ke kiri tak kuat gerakan penisku keluar masuk vaginanya inneke hot “Teeee……ruuuusss ..ruuuusss ..aaaaaaah ..ngggggaaaak kuaaaaaat aaaaaaaaaaah “ lenguh Inneke Koesherawati kewalahan. Aku langsung memacu dengan melepaskan tindihan Inneke Koesherawati, aku kemudian duduk dan meremas pantat Inneke Koesherawati, empuk dan hangat, kunaikan pantatnya dan kutahan agar berada di atas angin, selakanganku maju mundur dengan kerasnya menggenot vagina Inneke Koesherawati, Inneke Koesherawati sampai megal megol ke kanan kiri tak kuat sodokanku “Uuuuuuuuh aaaaaaaaaaaaah ssssssssshhh ..sssssssssshhhh .. ooooooooh .. cuuuuuuuuuuuh “ lenguh Inneke Koesherawati dengan meludah sembarangan. Kugenjot vaginanya itu dengan penisku kuat kuat sampai membuat Inneke Koesherawati melengkung tak kuat lagi. “Aaaaaaaampuuuuuuuun aaaaaaaaah nggaaaaaaaak kuaaaaaaaat “ teriak Inneke Koesherawati dengan menggapai gapai sesuatu namun tak dapat digapai selimut itu. Tangannya kini berpindah ke lenganku dan mencakar kuat. “Haaaaaaaan .. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ teriak Inneke Koesherawati yang tak kuat lagi, aku lalu menggenjotnya dengan kuat dan keras, bunyi keciplak alat kelamin kami benturannya sangat menambah birahi kami. Aku juga tidak tahan lagi, penisku dijepit dalam vaginanya sangat erat sekali. Inneke Koesherawati hanya bisa pasrah menerima hujaman batangku di vaginanya “Kontooooooool .. kontooooooool aaaaaaaaaah ..kontoooooooolmuuuuuuuu “ teriak Inneke Koesherawati dengan jorok. “Iyaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku tak kuat lagi. Jepitan vaginanya semakin erat, Inneke Koesherawati menegang dengan kaku membusung ke atas, kuhujamkan batangku dalam dalam berkali kali, Inneke Koesherawati berkelonjotan kemudian. “Sudaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Inneke Koesherawati dengan nafas terputus dan lemas tak berdaya. Aku terus menghujam lima kali sampai menekan dalam dalam ke vaginanya, kurasakan gelombang panas tubuhku dari dada merayap cepat sampai ke selakanganku “Craaaaaaaaaaaaaaaaaaaat………… craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat “ Penisku mengucurkan sperma menembak ke rahim Inneke Koesherawati dengan mantapnya, aku lunglai dengan berkelonjotan menindih Inneke Koesherawati. Nafasku seakan hancur melayani nafsu birahi Inneke Koesherawati, aku merem mneikmati setiap detik orgasmeku. Kami diam dengan tubuh penuh keringat itu, luar biasa menegangkan menggenjot Inneke Koesherawati, sedang suaminya tertidur dengan pulas. Inneke Koesherawati membuka matanya dan menepuk nepuk punggungku “Bangun sayaaaaaaaaaang “ bisik Inneke Koesherawati Aku pun membuka mataku dan menarik kepalaku. “Trim ya Haaan .. aku puaas .. kamu segera kembali ke kamarmu yaaaaaa.. “ kata Inneke Koesherawati dengan tersenyum lalu menciumi kedua pipiku bergantian, aku pun balas menciumi kedua pipi Inneke Koesherawati itu. “Oke deeeh .. “ kataku mengangkat tubuhku yang penuh keringat itu. Kutarik batangku yang lembek penuh dengan lendir kental itu, Inneke Koesherawati hanya tersenyum saja melihat aku hanya geleng geleng saja “Sudaaaaaaaaah .. ini hanya seks, sayaaaaaaang .. nanti sebelum kamu pulaaang … kita fast seks .. trus kita akan cari waktu untuk berduaaa yaaaaa “ rajuk Inneke Koesherawati dengan gemas, lalu bangun. Inneke Koesherawati kemudian memberikan pagutan mesra padaku lama sekali, menikmati setiap detik bibir kami bertaut, setelah puas Inneke Koesherawati dengan tersenyum memandangku. “Sekali lagi, sayaaaaaaaang .. terima kasih atas malam yang indah ini .. hihihihi . “ kata Inneke Koesherawati dengan berdiri dan menarik tanganku, aku pun digelandang keluar dari kamar. “Masih mau lagi di kamarku ?” ajakku “Aku nggak kuat, sayaaaaaaaaang .. nanti lagi “ jawil Inneke Koesherawati di pipiku. Aku keluar dari kamar dengan menjawil buah dada sebelah kiri. Inneke Koesherawati tertawa senang “Aku suka kenakalanmu, sayaaaaaaaaaang , lebih nakal ya nanti “ goda Inneke Koesherawati dengan menjilati lidahnya dan menutup pintu. “Huuuuh … suami gombaaaaaaaaal “ maki Inneke Koesherawati dengan mengelap tubuhnya dengan handuk kemudian masuk ke kamar mandi di kamar itu lalu tiduran di samping suaminya yang ngorok itu. Aku kembali ke kamar dapur, mengambil semua pakaian dan laptopku lalu kembali ke kamar. Luar biasa tegang aku bercinta dengan Inneke Koesherawati di dekat suaminya itu. Gilaaaa aaaaaaaah Aku memejamkan mataku di ranjang itu dengan bertelanjang bulat, untung AC di kamarku hidup, kuambil selimut dan mencoba tidur memejamkan mataku, pikiranku melayang merasakan kenikmatan cinta bersama Inneke Koesherawati yang nakal itu.

inneke koesherawati Kupejamkan mataku dengan erat karena kecapekan bercinta dengan Inneke Koesherawati di kamarnya, apalagi suaminya tertidur pulas, walau puas namun aku semakin menyukai tantangan Inneke Koesherawati yang dengan nekad mencari kepuasan birahi tanpa peduli suaminya. Terbersit pengakuan kalo Inneke Koesherawati mengatakan, suaminya selalu menang sendiri dalam hubungan seks, setelah menggenjot, lalu muncrat terus tidur, itu yang membuat Inneke Koesherawati tak puas dalam kualitas seks dengan suaminya. Entah kurasakan Inneke Koesherawati ketika menutup pintu kamarnya itu terlihat sangat cerah dan puas luar biasanya. Tak terasa aku akhirnya terlelap dalam mimpi, tak kurasakan pagi pagi ketika belum genap jam 06 pagi, aku merasakan penisku terasa ada yang mengocoknya, aku membuka mataku dan kulihat Inneke Koesherawati dengan penuh ekspresi senyum kepadaku mengocok batangku. “Sayaaaaaaaaang .. aaakuuu sudaaaah oral memekku .. nggak tahan deeh .. mumpung suamiku lagi mandi .. “ desak Inneke Koesherawati dengan gemas langsung mengulum batangku tanpa permisi, aku yang setengah mengantuk itu menjadi langsung terbuka matanya, kuangkat badanku sehingga bisa sandaran, kulihat kali ini Inneke Koesherawati berpakaian dengan rapi dan dengan jilbab sangat indahnya, rok panjang disampirkan dan dibuka memamerkan vaginanya yang sudah membasah dan memerah itu. Gilaaaaaa !! “Pleaseee .. jangaaan teriaaaaak .. ketahuan suamiku bisa berabee .. “ ancam Inneke Koesherawati dengan gemas langsung menduduki selakanganku memaksakan batangku masuk, penisku pelan pelan mulai masuk ke dalam vaginanya dengan pelan pelan. “Ineeekeeeeeeeeeeee “ panggil suaminya dari dapur yang tidak dijawab. “Biarin saja di brengsek itu, sayaaaaaaaang “ bisik Inneke Koesherawati dengan gemas menekan lagi dengan kuat sambil tangannya meremas selimut. Aku hanya menggeleng geleng merasakan nakalnya Inneke Koesherawati yang tidak puas puas itu, pagi pagi belum berangkat sudah minta jatah lagi, dan aku malah tidak siap sama sekali. “Kamu pengin aku telanjang ?, sayaaaaaaaang “ tanya Inneke Koesherawati dengan senyum mesumnya “Inekeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee dimanaaaaaaaaaaa “ teriak suaminya di depan kamarku, aku sampai berdegup jantungku. Inneke Koesherawati dengan diam membiarkan suaminya berteriak teriak, padahal aku sudah ingin melenguh merasakan jepitan vagina Inneke Koesherawati, namun mulutku langsung dibekap oleh tangan Inneke Koesherawati. “Akuuu mandi yaaaaaaa.. siapin makaaaaaaan “ teriak suaminya dengan tak kalah keras. “Naaaaah tuuuh .. yuuk lanjuuuuuuuut “ ajak Inneke Koesherawati dengan menekan lebih dalam lagi. “Iyaaa aaaaaaaaaaah .. kamuuu nakaaaal Innekeeeee …uuuuuuuuh “ erangku merasakan jepitan vaginanya yang kian dimasukin batangku dengan ngaceng besar itu. “Aku ketagihan dengan kontolmuu .. kamu tunggu rumah yaaa .. nanti jam sepuluh kita berdua bercinta di sini .. hanya kita berdua .. aku ingin bercinta denganmu tanpa diganggu suami brengsek itu “ maki Inneke Koesherawati dengan tertawa kecil. Inneke Koesherawati menekan lagi, aku sampai menahan nafasku, kurasakan jepitan vaginanya pagi itu kencang sekali, kutahan dan kuraba raba pahanya yang mulus itu, dengan penuh semangat Inneke Koesherawati langsung menekan terus sampai penisku mentok di vaginanya “Oooooh Haaaaaaaaaaan .. enaaaaaaaaaak “ lirih Inneke Koesherawati dengan suara kecil dan nafasnya mulai ngos ngosan, tanpa ampun Inneke Koesherawati langsung menggenjotku pelan pelan. Kami langung bergerak dengan penuh birahi, kusandarkan punggungku dengan bantal dan membiarkan Inneke Koesherawati menggenjotku dengan pakaian lengkap. Birahinya disalurkan dengan penuh semangat birahi. “Haaaaan .. enaaaaaaaaak ..sorry Haaan .. sorry ..sayaaaaaaaang .. aku nggak tahaaan nih “ sahut Inneke Koesherawati dengan naik turun di atasku. Kurasakan gerakan naik turun itu lumayan cepat, habis naik turun berkali kali itu, Inneke Koesherawati kemudian menggoyang mengebor ke penisku sampai membuatku merem melek keenakan. “Suka yaaa kalo aku ngebor ?” tanya Inneke Koesherawati menjawil dadaku “Kamu nakaal aaaaaaaah “ tuduhku dengan masih mengelus pahanya yang mulus dan berisi itu, genjotan demi genjotan ringan itu semakin membuat batangku diperas sedemikian erat. “Teruuus, sayaaaaaaaaaaaang .. genjotain . Ooooh “ erangku dengan memandang ke arah Inneke Koesherawati yang berpakaian lengkap itu, buah dadanya ikut bergerak naik turun, namun aku tidak berniat meremas buah dadanya. inneke koesherawati (3) Kami berpacu dengan cepat cepat, tak terasa hampir sepuluh menit kami berpacu, bulir bulir keringat mulai membasahi kami, genjotan Inneke Koesherawati dipercepat dan kurasakan jepitan vaginanya semakin erat, Inneke Koesherawati sampai melenguh tak karuan. Hujaman selakangannya semakin cepat dan aku sudah merasakan Inneke Koesherawati hendak orgasme, kubiarkan Inneke Koesherawati klimaks sendirian. Inneke Koesherawati menegang dengan kaku mendapatkan orgasme. Tubuhnya melengkung membuat busur panah, tangannya meremas sprei kuat kuat “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ..aaaaaaaakuuuuuuuuu aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Inneke Koesherawati dengan panjang kemudian rubuh ke depan memelukku yang masih menikmati sedotan dari dalam vagina Inneke Koesherawati, kuelus elus kepalanya yang berjilbab itu ketika tubuhnya berkelonjotan mendapatkan orgasme cepat di pagi hari, penisku terasa disiram cairan panas. Tak lama kemudian Inneke Koesherawati bangun dan mencabut penisku. “Sorry yaaaaaa .. nanti lagi yaaa .. sabaaaaaaar sayaaaaaaaaaang “ kata Inneke Koesherawati dengan genit “Awas kau nanti ..” makiku kesal namun kutambahi tawa agar tidak terkesan tersinggung. Aku dibiarkan menahan birahi sendirian, dasar perempuan haus seks tak tersalurkan, batinku mengejek.Aku kembali relaks dengan penisku masih mengacung dengan tegaknya membasah. “Dasar muka tempek .. mau menang sendiri “ makiku gemas sambil menarik selimut. Waktu bergulir dengan cepat, diketuknya pintu kamarku “Haaaaaan ..sudah banguuun “ teriak suami Inneke Koesherawati di luar kamarku “Aku nggak enak badan nich .. “ sahutku dengan malas “Ya sudaaah .. kamu istirahat saja .. jaga rumah yaaaaaaa “ sahut suami Inneke Koesherawati dengan bergegas pergi tanpa membuka pintu. Inneke Koesherawati sudah siap di meja makan, sang anak ternyata di titipkan ke tetangganya. Inneke Koesherawati menyiapkan makan pagi untuk suaminya, walau terasa cemberut namun ditahannya. “Semalam kamu berperilaku aneh “tanya suaminya “Aneh bagaimana .. masak mandi malam malam kok aneh “ timpal Inneke Koesherawati “Halaaaaah .. mustinya kamu malu .. ada tamu lagi “ debat suaminya lagi “Orang kayak dia .. kalo tidur nggak bangun bangun .. buktinya jam segini malas keluar kamar “ balas Inneke Koesherawati tak kalah. “Sudahlah .. aku mau manasi mobil dulu … ada masalah dengan ban semalam “ ujar suami Inneke Koesherawati dengan meninggalkan dirinya yang hanya geleng geleng. Setelah suaminya keluar kamat, Inneke Koesherawati kemudian masuk lagi ke kamarku, lalu dengan nakal langsung membuka roknya yang ternyata tanpa celana dalam. “Ayoooooo . mucraaaaatiiin spermamuuu .. “ ajak Inneke Koesherawati yang melihatku hanya bengong. Aku kemudian bangkit, Inneke Koesherawati menungging dengan bertelepak pada ranjang tepat di depanku, aku kemudian keluar dari ranjang dan melebarkan kaki Inneke Koesherawati yang sedang menungging itu, aku kemudian menekan penisku yang sudah kukocok kocok ketika Inneke Koesherawati mengirim sms agar aku siap siap menyemprotkan airmaniku. Aku menekan dengan paksa “Yaaaaaa .. tekan Haaaaaaaaan ..pleasee cepetaaaaan …waktu sempiit nih “ sungut Inneke Koesherawati yang kelamaan aku memasukan batangku, kutepok pantatnya “Dasar bawel .. sabaaar “ makiku dengan gemas menusuk dengan kuat membuat Inneke Koesherawati menggeleng geleng. Penisku melesak dengan cepat walau sangat seret, namun kupaksakan sampai separo, kutahan nafasku agar tidak mendengus. Gila baaaaaaaah ! makiku kesal. Kutarik batangku dan kutekan lagi “Yaaaaaaaa .. masukin teruuuuuuuuuuus .. enak kontolmu .. entotin segeraaaaaa “ ajak Inneke Koesherawati dengan gemas. koesherawati susu Penisku akhirnya tenggelam dalam vaginanya yang becek itu, langsung kugenjot dengan cepat cepat untuk tidak membuan waktu, Inneke Koesherawati sampai merem melek menggigit bibir merasakan batangku menghujam dengan cepatnya keluar masuk vaginanya itu, aku di lantai sambil menggenjot Inneke Koesherawati yang keenakan itu. “Truuuuuuus “ dengus Inneke Koesherawati dengan suara lemah karena tidak mau berteriak agar tidak ketahuan. Genjotan demi genjotan aku lakukan, Inneke Koesherawati melayani dengan mengoyang pantatnya megal megol dan kini kepalanya mengerling genit padaku “Teruuuuuuus .. bentaaar lagiii “ sahut Inneke Koesherawati dengan memandang ke depan. Kuhujamkan batangku yang sudah tidak tahan lagi itu, penisku sudah tidak tahan lagi, demikian dengan Inneke Koesherawati yang meremas sprei dengan kuat. Kurasakan jepitan vaginanya kembali menyempit dengan kuat mengcengkeram batangku. “Aaaaaaaaaaaaaah “ erang Inneke Koesherawati dengan suara kecil “Iyaaaaaa “sahutku cepat sambil menghujam keras keras sampai Inneke Koesherawati tergoncang goncang. Aku merasakan Inneke Koesherawati mencapai puncak terlebih dahulu dengan melenguh kecil “Aaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh “ lenguhnya dengan penuh kepuasan, batangku tetap menghujam dalam dalam, aku sudah tidak tahan lagi dan “Craaaaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat “ Penisku menembak kuat kuat ke rahimnya dan aku melunglai dengan cepat ke depan dan menindih Inneke Koesherawati yang ngos ngosan. Kami diam sejenak, kurasakan batangku basah penuh dengan lendir kental. Inneke Koesherawati dengan cepat cepat menepuk lenganku agar tidak menindih. Aku pun berguling dan tiduran, Inneke Koesherawati bangun lalu merapikan pakaiannya. “Trim Haaan .. kamu tunggu aku jam sepuluh yaaaaaa .. kita bercinat di seharian .. akan kulayani apa maumu .. mau ?” tawar Inneke Koesherawati “Oke deeeeeeh “sahutku enteng. Inneke Koesherawati kemudian memelukku dan menghujani dengan lumatan rakus dan ganas, bibirku sampai disedot dengan kuat, kami saling menatap penuh arti selepas saling beradu bibir. Inneke Koesherawati tersenyum padaku lalu menjawil hidungku. “Tunggu saja istrimu ini yaaaaaa “ sahut Inneke Koesherawati menyembut dirinya istriku. “Oke deeh ..saumimu akan menunggu dengan setiaaa “ kataku sambil mengelus elus tangan Inneke Koesherawati yang meremas tanganku iri dengan erat. Inneke Koesherawati keluar kamar dan lenyap, kurasakan aku sampai menjadi gila, dasar wanita tak pernah puas bercinta. Hampir setengah jam aku tiduran. Terdengar lagi suara dari luar “Haaaaan .. tunggu di rumah yaaa .. aku sore pulang kok .. Inneke pulang malaaam “ sahut suami Inneke yang sudah rapi kembali hendak berangkat “Iyaaaaaaaaaa kujaga rumah kaliaaan “sahutku malas. Tak lama kemudian terdengar deru mobil keluar rumah, aku langsung bangun memakai celana kolor, dan aku langsung menuju ke kamar mereka berdua, kubuka lemari pakaian Inneke Koesherawati, tak ada yang aneh dengan wanita ini. Aku keluar dari kamarnya, dan aku tertahan ketika di balik sebuah bingkai foto terlihat benda aneh, kugeser bingkai foto . Alamak .. penis dari karet .. rupanya Inneke Koesherawati tak puas bercinta dengan suaminya dan onani dengan penis imitasi. Pantas !

inneke-018 Aku menunggu rumah Inneke Koesherawati, kuisi waktu luangku dengan mandi di bathtub, kurendam badanku yang pegal menggenjot Inneke Koesherawati sejak semalam, aku semakin menyukai gaya main Inneke Koesherawati yang menyerempet bahaya, inilah seninya orang seperti Inneke Koesherawati yang doyan seks, bahkan mempertaruhkan rumah tangganya. Aku relaks di bathtub dengan air hangat agar resapan air hangat itu memijat tubuhku, bahkan aku sampai tertidur di bathtub, tak terasa aku sejam menidurkan tubuhku, kurasakan badanku mulai pulih, aku lalu mentas keluar dan memakai pakaianku, aku menuju meja makan yang sudah disiapkan makanan yang bergizi, kutelan makanan sampai aku kenyang, habis makan aku masuk ke kamar, melepaskan pakaianku kecuali celana kolorku tanpa celana dalam. Ketika aku hendak keluar kamar, mendadak sebuah mobil berhenti di depan rumah Inneke Koesherawati, kuamati dari jendela, ternyata Inneke Koesherawati yang datang lebih cepat dan tergesa gesa masuk ke dalam rumah, ketika aku membuka pintu Inneke Koesherawati langsung menghambur memelukku “Sayaaaaaaaaang .. aku kangeeeen .. suamiku sayaaaaaaaang “ rajuk Inneke Koesherawati dengan memelukku erat dan menghujani bibirku dengan lumatan lumatan ganas. “Nggak sabaar yaaa . istriku manja deeeeeh “ kataku dengan memegang pinggangnya dan tersenyum padanya. “Iyaaa sih . udah makan belum ?” tanya Inneke Koesherawati “Makanya makan kamu “ kataku dengan menarik jilbabnya hingga melorot ke belakang “Ih .. jahat aaaah kamuuuu “ ledek Inneke Koesherawati dengan nakal langsung menempelkan tangannya di celanaku dan meremas batangku yang ngaceng. “Ih .. kontolmu ngaceng mulu .. nggak sabar masuk sarang ya “ goda Inneke Koesherawati yang melepaskan pelukanku, aku pun digandengnya menuju ke sofa, Inneke Koesherawati langsung mendorongku rebah lalu menindihku dan mengajak bercumbu dengan ganas. “Uuuh ..aaaaaaaaaa .. sabaaar .. istrikuuuu aaaaaaah “ elakku menahan serbuan bibir Inneke Koesherawati yang rakus mengajak saling bercumbu, aku mengontrol nafsuku agar tidak kedodoran. “Pleaseee .. kamu nggak mood ya bercinta denganku .. pleaseee .. aaaaaah .. beri aku kenikmataaan” rajuk Inneke Koesherawati semakin nakal dengan menarik celana kolorku dan bangun lalu duduk di depan selakanganku. “Wuuuih … besar banget kontolmu Haaan .. bangga deh punya suami yang berkontol gedhe .. “sorak Inneke Koesherawati dengan tersenyum pada serta memegang dengan erat batangku itu. “Inneeekeeee “ panggilku serak “Kenapa, sayaaaaaaaaang .. ada apa nih, kamu kok malas banget “ tanya Inneke Koesherawati penasaran. “Kamu tadi pagi curaang .. aku nggak suka deh .. kalo kamu nyelonong langsung ngemut kontolku “ “Halaaaaaah .. aku nggak tahaaaan .. mana tahan kalo Fahmi kayak gitu .. sebal aku .. dingin banget sekarang di ranjang .. mana lagi dia punya selingkuhan .. payaah aaaaaah .. pleasee .. maukah kau bercinta denganku lagi … “ Inneke Koesherawati dengan menatapku dengan amat sangat, bibirnya sampai bergetar menunggu jawabanku, karena aku tak kunjung menjawab Inneke Koesherawati semakin nakal meremas batangku. “Kamu kalo nggak dirangsang gini nggak mau ?” remas Inneke Koesherawati di batangku dengan gemas “Aaaaaaaaaaaaaauh .. bukan itu, sayaaaaaaaaang “ sahutku mencekal tangan Inneke Koesherawati yang kian nakal mengocok batangku “Lalu apa. sayaaaaaaaaang .. pleasee .. mulai sekarang jangan sebut dia .. aku yang jadi istrimu, dan kau adalah suamiku .. marilah suamiku .. siang ini puaskan akuuu .. beri aku kenikmatan cinta .. lakukan sayaaaaaang .. aku relaaa .. jangan biarkan istrimu ini hanya menunggu dan menunggu .. “ ujar Inneke Koesherawati dengan mata berkaca kaca. Kuusap pipinya yang ayu itu, lalu kulepaskan jilbabnya dengan pelan pelan. Inneke Koesherawati menjadi terharu melihat caraku memperlakukan dirinya bak seorang istri “Aku ingin melihat polos lagi .. copot semua pakaianmu .. kedua .. aku diemut kontolku … telan air maniku … jangan sampai ada yang tercecer .. kau harus menelan spermaku jika pengin terus mengajakku bercinta .. “ kataku dengan membuka pakaian gamisnya. “Hmmm .. aku belum pernah melakukan itu, sayaaaaaang .. gimana rasanya ?” ujar Inneke Koesherawati dengan memandangku mesra lalu melepaskan remasan pada batangku lalu mengelus elus pipiku, kemudian menciumi pipiku dengan lembut. “Kau cantik Innekeee .. “ pujiku sambil melorotkan bra ke bawah setelah aku melepaskan kiatan bra di punggungnya, buah dadanya langsung keluar dengan indahnya, puntingnya lumayan besar dan buah dadanya tidak besar namun kenyal, kuremas lembut buah dadanya. “ooooooh Haaaaaaan .. remeees yaaaaaa .. pelaaan .. pelaaaaaan “ ujar Inneke Koesherawati dengan memejamkan matanya menikmati setiap remasan tanganku inneke koes herawati “Siang ini akan kupuasi kamu .. tidak dengan nafsu binal .. tapi aku ingin memberikan kenikmatan seks yang tidak pernah kau lupakan “ kataku dengan membuka kaitan rok Inneke Koesherawati yang kuangkat pantatnya, sehingga posisinya kini bertelepak dengan tangan mengambang dari sofa itu, kutarik roknya ke depan, ketika roknya kutarik itu Inneke Koesherawati ternyata sudah tidak memakai celana. Vaginanya sudah basah terangsang birahi. “Lakukan suamiku sayaaaaaang …. hhhmmm .. boleh aku bertanya satu hal, sayaaaang .. kalo mau kau boleh melakukan “ tanya Inneke Koesherawati menahan tanganku yang hendak mengelus vaginanya itu. “Soal apa, sayaaaaaaaaaang “ tanyaku dengan menjawil pipinya. “Kau buntuti Fahmi .. siapa selingkuhannya .. “ kata Inneke Koesherawati dengan wajah masih kesal dengan suaminya itu. “Tak masalah .. tetapi berjanjilah padaku .. kalo aku ketagihan sama kamu, kamu nggak boleh nolak “ “Tak masalah Han .. Oh sayaaaang ..suamiku sayaaaaaaang .. “ ujar Inneke Koesherawati dengan langsung memeluk dan menghujaniku dengan lumatan demi lumatan, kupeluk tubuhnya di bawah ketiaknya, sedang Inneke Koesherawati merangkulkan kepundak, kami berlumatan dengan saling menyedot kuat. Lidahku menjulur dan bermain dengan lidah Inneke Koesherawati, sesekali Inneke Koesherawati menyedot kuat bibirku, sampai air liur kami bercampur, terkadang menempel di bibir kami masing masing, dengan senyum penuh birahi Inneke Koesherawati menjilati air liur dan menelan ke dalam tenggorokannya. “Sayaaaaaaaang .. segeralah .. kupenuhi permintaanmu .. kutelan air manimu .. siap siaplah sayang “ kata Inneke Koesherawati dengan keluar dari sofa kemudian duduk di lantai, kepalanya mendekat pada selakanganku lalu menjilati batangku dengan pelan pelan. “Uuuh .. gedheee bangeeeet … kusadari .. bangga rasanya memekku dimasukin kontol segede gini “ ujar Inneke Koesherawati dengan genit sambil menggeleng gelengkan kepalanya tanda kagum akan besaran penisku itu. “Itu akan selalu mengoyak memekmu “ tunjukku pada selakangan Inneke Koesherawati yang makin membanjir itu. “Iiiih .. mau donk “ ujar Inneke Koesherawati dengan menjilati batangku naik turun, setiap centi batangku dijilati pelan pelan, Inneke Koesherawati menikmati setiap jilatannya, dari buah pelirku tak lupa dijilati, tangannya memegang batangku dan mengocoknya “Inneeeee .. aaaaaaaaaaah Inneeekeeeeeeee .. enaaaaaaaaaak .. teruuuuuuuuuuus “ lenguhku tak karuan merasa geli akan jilatan demi jilatan Inneke Koesherawati yang melayaniku bak istri yang setia. Penisku tersapu berulang ulang oleh lidah Inneke Koesherawati yang menjulur julur, menjilati bak es krim yang tidak pernah habis. Inneke Koesherawati lalu memasukan batangku ke dalam mulutnya, membuka mulutnya dengan lebar sambil menaikan kepalanya sehingga kini bersimpuh dengan lututnya, tak kusia siakan kesempatan meremas pantat Inneke Koesherawati yang berisi dan empuk serta hangat, kuremas dengan lembut sampai membuat Inneke Koesherawati melenguh “Mmmmmmmmhhhhhhhhhhh …mmmmmmmhhhh ….. ssssreeeeeeeeeeeeep “ lenguhan Inneke Koesherawati yang menyedot penisku sampai keluar menimbulkan bunyi nyaring. Inneke Koesherawati kemudian memasukan lagi batangku, kalo ini lebih dalam lagi dan menyedot dengan kuat “Jangan buru buru, sayaaaaaang .. nikmati setiap detik kulumaaaaanmuuu aaaaaah ..iyaaa aaaaaaah .. pelankan sedotanmu .. yaaaaaa aaaaaaah .. istri yang pintaaar “ kataku sambil meremas kedua pantat Inneke Koesherawati itu, Inneke Koesherawati sampai menggoyangkan pantatnya merasakan remasanku yang tidak tergesa gesa itu. Penisku keluar masuk mulutnya dengan pelan pelan, Inneke Koesherawati melakukan dengan penuh rasa dan tidak terburu buru seperti orang yang belum merasakan seks, perubahan drastis ini membuatku semakin senang. Penisku keluar masuk mulutnya berulang ulang dengan terasa nikmat sekali, aku sampai menahan nafasku tak karuan merasakan sedotan ketika batangku tenggelam dalam dalam di mulut Inneke Koesherawati itu. “Inneeeekeeeeeee ..aaaaaaaaaaaah .. teruuuuuuus, sayaaaang .. teruuuuuuuus enaaaak aaaaaaaah .. Oooh .. nikmatnyaaaaaaaaa “ erangku dengan memejamkan mataku merasakan lidah dan gigi Inneke Koesherawati mempermaikan batangku, batangku sampai berkilat akibat air liurnya, aku tidak beranjak lebih jauh dengan meremas buah dadanya yang ranum dan masih segar itu. Dilepaskan penisku dan dipandangnya kemudian ditempelkan dipipinya ditepuk tepuk di pipinya yang cantik itu. “Yaaaa .. istriku yang nakaaaaaal .. “ pujiku sambil mengelus elus punggungnya, di vaginanya kulihat semakin membasah, aku sudah menyembunyikan penis imitasi di balik bantal, kugeser tanganku lalu ketika Inneke Koesherawati sibuk menjilati batangku aku menjejerkan penis imitasi itu dekat batangku, Inneke Koesherawati menjadi kaget. “Haaaaaaaaaah .. jahat kamuuuuu ..dapat dari mana ?” tanya Inneke Koesherawati dengan malu malu. “Rupanya kau benar benar kesepian ,sayaaaaaaaaaaang .. “ ledekku yang disambut tangan Inneke Koesherawati hendak merebut penis imitasi. “Kamu pilih mana ? kontolku atau kontol palsu ini ?” tanyaku memberikan pilihan. “Kontolmu aaaaaaaaaaaaaaaah “ sahut Inneke Koesherawati dengan kembali mengocok penisku. “Ayooo .. dikit lagi donk .. aku sudah nggak tahaaaaaan nich .. sudah makin panas tubuhku .. cepetan dikit yaaaaaaa “ ajakku yang disambut dengan sikap agresif Inneke Koesherawati langsung menelan penisku bulat dan menyedot nyedot keluar masuk mulutnya. “Iyaaa aaaaaaaaaaaah …eaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaak “ teriakku keras. Inneke Koesherawati semakin cepat melakukan kuluman walau tidak secara kasar, piawai sekali Inneke Koesherawati mengulum penis ini, mulutnya terasa sesak menelan penisku yang besar itu, kurasakan giginya sering membuatku tak tahan akan gesekannya, aku sampai gemetar di kakiku. Bunyi kuluman demi kuluman, terasa rakus sekali wanita ini akan penisku, kurapikan rambutnya panjang lurus itu, kusampirkan ke belakang lalu kembali memegang kepalanya. “Mmmmmmmhhhhhhh .. cuuuuuuuuuuuh “ Inneke Koesherawati mengeluarkan batangku kemudian meludahi pada bagian atas penisku, habis itu ludahnya kembali ditelan beserta batangku bulat bulat. Sampai enam kali Inneke Koesherawati mengeluarmasukan batangku, kemudian mengocok batangku lalu, mempermainkan dengan jari jari tangannya yang lentik itu, matanya melirik nakal padaku yang hanya bisa ah uh auh belakan. “Dikit aaaaaaaah aaaaaaaaaaaah .. maaaaaaaaaau aaaaaaaaaaaaaah “ erangku merasakan kocokan itu, Inneke Koesherawati kemudian memasukan batangku dan menyedot dengan kuat. Aku sudah tidak tahan lagi, kuangkat kakiku menjepit tubuh Inneke Koesherawati dan aku bersandar pada sandaran sofa, kurasakan panas tubuhku terkumpul pada dadaku dan melesat dengan cepat menuju ke bawah daaaaaaaaan ………. “Craaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat … craaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat “ inneke koesherawari anggun Penisku menembak dengan keras ke tenggorakan Inneke Koesherawati kurasakan aku menegang mendapatkan orgasmeku dan Inneke Koesherawati dengan rakus menelan air maniku, akibat tembakan sperma yang keras itu sampai membuat spermaku ada yang keluar dari bibir Inneke Koesherawati dan menetes ke lantai. Aku merasa menjadi sangat enteng, kurasakan tubuhku bak terbang ke awang awang, mataku berkunang kunang, tubuhku berkelonjotan dengan nafas serasa hancur. Aku lemas tak berdaya, Inneke Koesherawati menjilati bibirnya agar spermaku bisa masuk ke dalam tenggorokannya. Batang penisku juga ada sperma yang tercecer, Inneke Koesherawati pun menjilati batangku dengan pelan pelan, menikmati setiap detik menjilati batangku yang loyo melemas pelan pelan. “Spermamu gurih, sayaaaaaaaaaang .. aku sukaaa “ puji Inneke Koesherawati dengan mengelus elus pahaku memberikan rangsangan birahi agar aku cepat bangkit. Aku diam dengan memejamkan mataku, tak berapa lama kemudian aku membuka mataku, Inneke Koesherawati memberikan senyuman manis padaku nan mesra. Mataku melirik ke bawah dan kulihat masih ada sperma yang terbuang. “Tidak boleh ada sperma yang terbuang .. telan itu di lantai “ kataku dengan mencekal kepala Inneke Koesherawati “Aaaaaaaaaaah jangan aaaaaaah “ tolak Inneke Koesherawati “Telaaaaaaaaaan ! “ bentakku dengan galak “Oke deeeeeeeeeeh “ kata Inneke Koesherawati takut hendak aku marah, Inneke Koesherawati langsung membungkuk dan menjilati sperma yang menetes ke lantai itu, dengan nungging lidahnya menjulur ke lantai menjilati spermaku, tak berapa lama kemudian sperma itu berpindah ke dalam mulutnya dan ditelan bulat bulat. Inneke Koesherawati kemudian berdiri dan meninggalkan aku, pergi ke dapur dan tak lama kemudian membawa minuman dengan dua gelas, dituangkan minuman yang bercampur dengan alkohol itu. Inneke Koesherawati kemudian duduk di sampingku, menenggak minuman itu lalu memberikan aku satu gelas, aku menelan minuman itu dan kurasakan tenggorokanku segar.

Download kumpulan cerita dewasa

download cerita dewasa